Korea Utara Tolak Nyaris 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac, Kenapa?

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 10:47 WIB
Sejumlah sekolah di Korea Utara kembali dibuka untuk umum. Hal itu dilakukan usai pemerintah setempat melonggarkan pembatasan sosial terkait Corona.
Ilustrasi -- Momen anak-anak sekolah di Korut belajar di tengah pandemi Corona (dok. AP Photo)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) dilaporkan menolak tawaran nyaris 3 juta dosis vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Sinovac Biotech dari China. Korut menyatakan bahwa vaksin itu seharusnya dikirimkan ke negara-negara yang terdampak parah Corona.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/9/2021), hal tersebut diungkapkan oleh badan anak Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), UNICEF, yang mengatur pasokan vaksin Corona untuk program COVAX bagi negara-negara berpendapatan rendah.

Dalam penolakannya, menurut UNICEF, Kementerian Urusan Publik Korut merujuk pada pasokan vaksin global yang terbatas dan lonjakan Corona berkelanjutan di banyak negara.

Sejauh ini, Korut tidak melaporkan satupun kasus Corona. Negara yang terisolasi ini juga menerapkan langkah anti-Corona yang ketat di wilayahnya, termasuk menutup perbatasan dan membatasi perjalanan domestik.

Seorang juru bicara UNICEF menuturkan kepada Reuters bahwa Kementerian Urusan Publik Korut akan terus berkomunikasi dengan COVAX untuk menerima pasokan vaksin Corona dalam beberapa bulan ke depan.

Pada Juli lalu, Korut juga menolak pengiriman pasokan vaksin Corona buatan AstraZeneca karena kekhawatiran soal efek sampingya -- saat laporan kasus pembekuan darah marak di beberapa negara. Hal itu dilaporkan oleh forum diskusi think-tank Korea Selatan (Korsel), yang berafiliasi dengan badan intelijen Korsel.

Institut Strategi Keamanan Nasional secara terpisah menyatakan bahwa Korut tidak tertarik pada vaksin Corona buatan China karena khawatir tidak terlalu efektif, namun menunjukkan ketertarikan dengan vaksin Corona buatan Rusia.

Simak juga Video: Kim Jong Un Bandingkan Perjuangan Lawan Corona dengan Perang

[Gambas:Video 20detik]