Kelompok Pria Bersenjata di Nigeria Culik 73 Siswa dari Sekolah

Farih Maulana Sidik - detikNews
Kamis, 02 Sep 2021 02:27 WIB
Ilustrasi penembakan tentara Israel
Ilustrasi kelompok bersenjata (Foto: Zaki Alfarabi/detikcom)
Lagos -

Sekelompok orang bersenjata di Nigeria menculik 73 siswa setelah menyerbu sekolah menegah di Kaya, wilayah Maradun di Negara Bagian Zamfara. Polisi menyebut para bandit melakukan serangkaian penculikan massal yang menargetkan siswa.

"Penculikan itu menyusul invasi sekolah oleh sejumlah besar bandit bersenjata," kata juru bicara Mohammed Shehu, seperti dilansir dari AFP, Kamis (2/9/2021).

Dia mengatakan tim penyelamat dari polisi bekerja sama dengan militer untuk mencoba membebaskan para siswa.

Penculikan oleh geng bersenjata dengan meminta tebusan telah menjadi tren suram di barat laut dan tengah Nigeria. Setidaknya, sekitar seribu siswa diculik tahun ini, meskipun sebagian besar telah dibebaskan setelah negosiasi.

Negara bagian barat laut dan tengah telah lama terganggu oleh serangan tit-for-tit dan penggerebekan komunitas antara penggembala nomaden dan petani lokal yang bentrok memperebutkan air dan tanah.

Namun kekerasan meningkat tajam dengan munculnya geng kriminal besar yang mencuri ternak, menyerbu dan menjarah desa dan menculik untuk mendapatkan uang tebusan.

Tahun ini mereka telah menggerebek sekolah, seminari dan perguruan tinggi di seluruh wilayah. Mereka membawa anak-anak dan siswa jauh ke dalam persembunyian di hutan. Sementara mereka menegosiasikan pembayaran uang tebusan.

Banyak siswa telah dibebaskan usai menghabiskan berminggu-minggu atau berbulan-bulan di tempat penculikan. Puluhan masih ditahan.

Zamfara melihat 18 siswa dibebaskan minggu lalu setelah mereka diculik pada awal Agustus dari sebuah perguruan tinggi pertanian. Orang-orang bersenjata pekan lalu juga membebaskan hampir 100 anak yang diambil dari sebuah seminari Islam pada Mei di Negara Bagian Niger barat laut dan 32 siswa yang diambil dari sebuah sekolah Baptis di Negara Bagian Kaduna pada bulan Juli.

Presiden Muhammadu Buhari berada di bawah tekanan atas ketidakamanan itu. Angkatan bersenjata telah melancarkan serangan militer dan serangan udara di kamp-kamp bandit, tetapi orang-orang bersenjata terus melakukan serangan.

(fas/fas)