AS Bantah Tinggalkan Anjing di Bandara Kabul Afghanistan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 01 Sep 2021 06:56 WIB
Menjelang Misa Natal, polisi menyeterilkan Gereja Katedral, Jakarta Pusat, Senin (24/12/2018). Polisi bersenjata hingga anjing pelacak dikerahkan untuk menyisir gereja tersebut.
Ilustrasi (Foto: Pradita Utama)
Washington DC -

Pentagon membantah bahwa personel militer Amerika Serikat (AS) meninggalkan beberapa anjing mereka di bandara Kabul, Afghanistan. AS menyebut laporan yang beredar mengenai menelantarkan anjing itu adalah salah.

"Untuk mengoreksi laporan yang salah, militer AS tidak meninggalkan anjing di kandang di Bandara Internasional Hamid Karzai, termasuk anjing pekerja militer yang dilaporkan," kata juru bicara Pentagon John Kirby di Twitter, seperti dilansir AFP, Rabu (1/9/2021).

Beredar foto-foto di-posting di media sosial menunjukkan anjing di penampungan hewan Afghanistan. Kirby menegaskan bahwa itu bukan hewan di bawah tanggung jawab militer AS.

Mengutip dari 'sumber dalam', kelompok hak asasi hewan PETA mengatakan 60 anjing pelacak bom dan 60 "anjing pekerja" lainnya tertinggal. Hewan itu disebut menderita kelaparan. "Menderita saat panas tanpa akses yang memadai ke makanan atau air,".

"PETA meminta Presiden Joe Biden --dan mendorong semua orang untuk melakukan hal yang sama-- untuk mengambil tindakan segera," kata kelompok itu dalam sebuah pernyataan.

PETA juga juga mencatat keprihatinannya terhadap belasan hewan peliharaan milik keluarga Amerika yang dievakuasi. Mereka mengatakan 'dilepaskan' ke jalan-jalan untuk menjaga diri mereka sendiri, dengan sedikit peluang untuk bertahan hidup.

Diketahui, Amerika Serikat menarik pasukan terakhirnya dari Afghanistan pada 30 Agustus. Hal itu mengakhiri perang terpanjang Amerika tepat sebelum peringatan serangan 11 September 2001 yang memicu invasi pimpinan AS.

Simak video 'Biden Diserang Partai Oposisi soal Karut-marut di Afghanistan':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/zak)