Malaysia Cari Kebenaran Kabar 2 Warganya Ditangkap Taliban di Afghanistan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 13:49 WIB
Taliban fighters patrol as two Traffic policemen stand, left, in Kabul, Afghanistan, Thursday, Aug. 19, 2021. The Taliban celebrated Afghanistans Independence Day on Thursday by declaring they beat the United States, but challenges to their rule ranging from running a country severely short on cash and bureaucrats to potentially facing an armed opposition began to emerge. (AP Photo/Rahmat Gul)
Taliban berpatroli di Afghanistan (Foto: AP/Rahmat Gul)
Kuala Lumpur -

Dua warga negara Malaysia dilaporkan ditangkap Taliban karena diduga terlibat dalam ISIS-K di Afghanistan. Pemerintah Malaysia pun saat ini tengah meminta bantuan badan keamanan asing untuk mengkonfirmasi kebenaran laporan tersebut.

"Kepolisian Kerajaan Malaysia telah meminta badan keamanan di luar negeri untuk mengkonfirmasi laporan serta tuduhan itu," kata Inspektur Jenderal Polisi Acryl Sani Abdullah Sani dilansir Channel News Asia, Minggu (29/8/2021).

Sani mengatakan pihak berwenang tidak memiliki informasi mengenai keterlibatan warga Malaysia dalam kelompok militan di Afghanistan. Namun, dia menegaskan, investigasi saat ini tengah dilakukan atas laporan itu.

"Investigasi juga sedang dilakukan apakah laporan itu melibatkan pejuang Negara Islam Malaysia yang sudah berada di luar negeri," tuturnya.

ISIS-K didirikan oleh anggota Taliban yang tidak puas, dan bertujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam di tempat yang dulu dikenal sebagai wilayah Khorasan, yang terdiri dari Iran timur laut saat ini, sebagian Afghanistan dan beberapa bagian Asia Tengah.

Warga Malaysia disebut termasuk di antara ribuan pejuang asing yang bergabung dengan ISIS pada puncak perang di Irak dan Suriah.

Dalam dekade terakhir, lusinan warga Malaysia telah meninggalkan negaranya untuk berperang dengan Negara Islam di Suriah dan negara-negara lain, meskipun beberapa telah diizinkan untuk kembali di bawah kondisi yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Tidak jelas berapa banyak yang tersisa di luar negeri.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa total ada 102 warga Malaysia diketahui telah meninggalkan negara itu untuk bergabung dengan ISIS, dan sekitar 40 dari mereka tewas dalam pertempuran.

Kabar penangkapan 2 WN Malaysia itu dilaporkan media Inggris, The Times pada Sabtu (28/8) kemarin. The Times mengutip pernyataan dari Kepala intelijen Taliban Maulawi Saifullah Mohammed yang mengatakan bahwa dua WN Malaysia itu telah ditangkap bersama empat pejuang ISIS-K lainnya saat baku tembak pada Kamis (27/8) lalu.

"Empat orang Afghanistan, tetapi tampaknya dua lainnya orang Malaysia," kata Saifullah.

(mae/imk)