2 WN Malaysia Dilaporkan Ditangkap Taliban di Afghanistan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Minggu, 29 Agu 2021 11:55 WIB
Operasi militer yang digencarkan Taliban membutuhkan dana yang tidak sedikit meski tidak diketahui secara pasti besaran dana namun dikutip VOA, Taliban diprediksi mampu menghasilkan US$300 juta hingga US$1,6 miliar per tahunnya.
Pasukan Taliban berpatroli di Afghanistan (Foto: AP Photo)
Kuala Lumpur -

Dua warga negara Malaysia dilaporkan ditangkap oleh Taliban di Afghanistan. Dua warga negara Malaysia itu dilaporkan ditangkap bersama Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) Khorasan atau ISIS-K di Afghanistan yang telah berperang melawan pasukan Taliban dan Amerika Serikat.

Dilansir media Inggris, The Times, Minggu (29/8/2021), Kepala intelijen Taliban Maulawi Saifullah Mohammed mengatakan bahwa dua WN Malaysia itu telah ditangkap bersama empat pejuang ISIS-K lainnya saat baku tembak pada Kamis (27/8) lalu.

"Empat orang Afghanistan, tetapi tampaknya dua lainnya orang Malaysia," kata Saifullah.

Saifullah meyakini Taliban dapat menangkap dan mengalahkan ISIS-K.

"Mereka tidak sekuat yang mereka pikirkan. Kami baru saja mengalahkan tentara dari 36 negara NATO sehingga kami tahu kami dapat menangkap dan membunuh Daesh (IS) di mana pun kami menemukannya," katanya.

Penangkapan ini terjadi saat pertempuran berkecamuk antara Taliban dan pejuang ISIS-K berlanjut di Kabul setelah serangan bunuh diri oleh ISIS-K di Bandara Kabul yang menewaskan lebih dari 200 orang, termasuk sekitar selusin tentara Amerika.

IS-K didirikan oleh anggota Taliban yang tidak puas, dan bertujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam di tempat yang dulu dikenal sebagai wilayah Khorasan, yang terdiri dari Iran timur laut saat ini, sebagian Afghanistan dan beberapa bagian Asia Tengah.

Warga Malaysia termasuk di antara ribuan pejuang asing yang bergabung dengan ISIS pada puncak perang di Irak dan Suriah.

Dalam dekade terakhir, lusinan warga Malaysia telah meninggalkan negara mereka untuk berperang dengan Negara Islam di Suriah dan negara-negara lain, meskipun beberapa telah diizinkan untuk kembali di bawah kondisi yang ditetapkan oleh pihak berwenang. Tidak jelas berapa banyak yang tersisa di luar negeri.

Pihak berwenang sebelumnya mengatakan bahwa total ada 102 warga Malaysia diketahui telah meninggalkan negara itu untuk bergabung dengan ISIS, dan sekitar 40 dari mereka tewas dalam pertempuran.

Malaysia Cek Kebenaran

Pemerintahan Malaysia pun saat ini tengah meminta bantuan badan keamanan asing untuk mengkonfirmasi penangkapan 2 warganya oleh Taliban.

Dilansir Channel News Asia, Minggu (29/8/2021), Inspektur Jenderal Polisi Acryl Sani Abdullah Sani mengatakan pihak berwenang tidak memiliki informasi mengenai keterlibatan warga Malaysia dalam kelompok militan di Afghanistan.

Karena itu, pemerintah Malaysia meminta bantuan badan keamanan untuk mengkonfirmasi laporan itu.

"Kepolisian Kerajaan Malaysia telah meminta badan keamanan di luar negeri untuk mengkonfirmasi laporan serta tuduhan itu," katanya dalam sebuah pernyataan.

"Investigasi juga sedang dilakukan untuk mengetahui apakah laporan tersebut melibatkan pejuang Negara Islam Malaysia yang sudah berada di luar negeri," imbuh Sani.

Simak Video: Evakuasi Berakhir, Inggris Tarik 1.000 Pasukannya dari Kabul

[Gambas:Video 20detik]



(mae/imk)