China Balas AS dengan Sindiran Menohok Soal Afghanistan

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 24 Agu 2021 19:13 WIB
U.S. soldiers stand guard along a perimeter at the international airport in Kabul, Afghanistan, Monday, Aug. 16, 2021. On Monday, the U.S. military and officials focus was on Kabul’s airport, where thousands of Afghans trapped by the sudden Taliban takeover rushed the tarmac and clung to U.S. military planes deployed to fly out staffers of the U.S. Embassy, which shut down Sunday, and others. (AP Photo/Shekib Rahmani)
Ilustrasi -- Tentara AS mengamankan evakuasi warga sipil di bandara Kabul, Afghanistan, usai Taliban berkuasa (dok. AP/Shekib Rahmani)
Beijing -

Otoritas China memberikan reaksi keras atas tuduhan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, yang menyebut negara itu terus mengintimidasi di Laut China Selatan. China balik menyinggung soal penarikan tentara AS dari Afghanistan yang diwarnai kekacauan sebagai contoh kebijakan luar negeri AS yang 'egois'.

Seperti dilansir AFP, Selasa (24/8/2021), Harris melontarkan kritikan tajam terhadap China dalam kunjungannya ke Singapura pekan ini. Dia secara khusus menuduh China 'terus memaksa, mengintimidasi dan mengklaim sebagian besar Laut China Selatan' yang menjadi sengketa beberapa negara.

Menanggapi tuduhan itu, reaksi keras diberikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin, dalam konferensi pers terbaru. Wang balik menuduh AS bersembunyi di balik retorika soal tatanan global berbasis aturan demi membela 'perilaku bullying, hegemonik'-nya sendiri.

"Peristiwa terkini di Afghanistan jelas memberitahu kita soal aturan dan tatanan apa yang dimaksud oleh AS," ucapnya.

"AS bisa sembarangan melakukan intervensi militer di sebuah negara berdaulat dan tidak perlu bertanggung jawab atas penderitaan rakyat di negara itu," sebut Wang dalam pernyataannya.

"Demi membela 'America First', AS bisa secara sewenang-wenang memfitnah, menekan, memaksa dan mem-bully negara-negara lainnya tanpa merasakan konsekuensinya," ujarnya.

"Ini adalah tatanan yang diinginkan AS... tapi siapa yang akan mempercayai mereka sekarang," imbuh Wang.

Simak video 'Wapres AS Sebut China Terus Klaim Laut China Selatan':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/tor)