Tangkal Pengaruh China, Wapres AS Berkunjung ke Singapura

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 23 Agu 2021 16:26 WIB
President-elect Joe Biden joins Vice President-elect Kamala Harris on stage Saturday, Nov. 7, 2020, in Wilmington, Del. (AP Photo/Andrew Harnik, Pool)
Kamala Harris (dok. AP/Andrew Harnik)
Singapura -

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), Kamala Harris, mengunjungi Singapura pada awal pekan ini dalam upaya memperdalam hubungan. Dalam kunjungan yang dimaksudkan untuk menangkal pengaruh China ini, Harris juga membahas soal isu Laut China Selatan dan proses evakuasi di Afghanistan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (23/8/2021), Harris bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Lee Hsien Loong dan Presiden Halimah Yacob dalam kunjungannya yang dimulai pada Senin (23/8) waktu setempat. Kunjungan ini disebut bertujuan memperkuat hubungan dengan mitra-mitra di kawasan sebagai bagian dari upaya AS menangkal pengaruh ekonomi dan keamanan China yang semakin berkembang.

Singapura bukan sekutu perjanjian AS, namun tetap menjadi salah satu mitra keamanan terkuat AS di kawasan dengan hubungan perdagangan yang dalam. Singapura juga berusaha menyeimbangkan hubungannya dengan AS dan China dengan tidak memihak. Diketahui bahwa Singapura juga menjadi lokasi pelabuhan terbesar di kawasan Asia Tenggara, dan mendukung kebebasan navigasi di kawasan di mana China semakin memperluas pengaruhnya.

Dalam pertemuan dengan PM Lee, Harris menekankan komitmen AS di kawasan, termasuk di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa beberapa negara seperti China, Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia dan Brunei.

"Saya menegaskan kembali dalam pertemuan kami soal komitmen Amerika Serikat untuk bekerja dengan sekutu dan mitra kami di sekitar Indo Pasifik untuk menegakkan ketertiban internasional berdasarkan aturan, kebebasan navigasi, termasuk di Laut China Selatan," tegas Harris.

Menurut dokumen yang dibagikan Gedung Putih, AS dan Singapura mencapai perjanjian keamanan yang menegaskan kehadiran AS di kawasan melalui 'pengerahan bergilir pesawat P-8 dan kapal serbu pesisir ke Singapura'.

Dokumen itu juga menyebutkan bahwa AS dan Singapura sepakat memperluas kerja sama keamanan siber di sektor finansial, militer dan meningkatkan pertukaran informasi soal ancaman siber. Keamanan siber menjadi agenda utama pemerintahan Presiden Joe Biden setelah serangkaian serangan siber melanda AS.