Taliban Kuasai Kabul, Uni Eropa Ramai-ramai Evakuasi Warganya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 11:22 WIB
Jakarta -

Negara-negara Uni Eropa beramai-ramai mengevakuasi warga dan staf lokal mereka dari Kabul, menyusul masuknya kelompok Taliban ke ibu kota Afghanistan itu.

Kelompok Taliban kembali berkuasa di Afghanistan, setelah Presiden Ashraf Ghani mengakui bahwa Taliban telah menang, setelah sebelumnya melarikan diri dari negara itu.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (16/8/2021), Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg mengatakan aliansi itu "membantu menjaga bandara Kabul tetap terbuka untuk memfasilitasi dan mengoordinasikan evakuasi" setelah berkonsultasi dengan negara-negara anggota.

Uni Eropa tengah berusaha mencari solusi bagi para staf Afghanistan-nya yang menghadapi kemungkinan pembalasan dari Taliban, dan berusaha meyakinkan 27 negara anggota Uni Eropa (UE) untuk menawarkan mereka visa.

"Masalah ini sangat mendesak, kami menganggapnya sangat serius dan terus bekerja keras, bersama dengan negara-negara anggota UE, dalam menerapkan solusi cepat untuk mereka dan memastikan keselamatan mereka," kata juru bicara UE.

Presiden Dewan Eropa, Charles Michel menyatakan bahwa keamanan warga Uni Eropa merupakan prioritas.

"Keamanan warga Uni Eropa, staf dan keluarga mereka adalah prioritas dalam jangka pendek," ujarnya dalam postingan di Twitter. "Sama jelasnya bahwa banyak pelajaran yang perlu diambil," imbuhnya.

Jerman, Prancis dan Belanda termasuk di antara negara-negara yang memindahkan staf diplomatik ke bandara Kabul sebelum evakuasi.

"Kami tidak akan mengambil risiko rakyat kami jatuh ke tangan Taliban," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas kepada harian Bild.

Maas mengatakan, sebuah pesawat Bundeswehr juga akan berangkat Minggu (15/8) malam ke ibu kota Afghanistan untuk membantu evakuasi dalam beberapa hari mendatang.