Kabur dari Kabul, Presiden Afghanistan Dituduh Khianati Negara

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 16 Agu 2021 10:35 WIB
Kabul -

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menyatakan dirinya meninggalkan Kabul demi menghindari pertumpahan darah saat kelompok Taliban mulai memasuki wilayah ibu kota Afghanistan itu. Namun Presiden Ghani dituduh telah mengkhianati negaranya sendiri.

Seperti dilansir media lokal India, The Week, Senin (16/8/2021), tuduhan itu disampaikan oleh mantan anggota parlemen Afghanistan, Jamil Karzai, yang juga kerabat dari mantan Presiden Hamid Karzai.

"Kabul diduduki oleh Taliban ketika saya meninggalkan kota. Saya pikir akan ada pemerintahan baru. Apapun yang terjadi, telah terjadi karena Ashraf Ghani. Dia mengkhianati Afghanistan. Rakyat tidak akan memaafkannya," tegas Karzai seperti dikutip kantor berita India, ANI.

Laporan Associated Press menyebut bahwa Presiden Ghani secara diam-diam meninggalkan Istana Kepresidenan Afghanistan di Kabul dengan membawa sejumlah kecil orang-orang kepercayaannya. Dia bahkan tidak memberitahu pemimpin-pemimpin politik lainnya yang tengah merundingkan transisi kekuasaan damai dengan Taliban, soal kepergiannya itu.

Lokasi tujuan Presiden Ghani belum diketahui secara jelas. Dalam postingan media sosial dari sebuah lokasi yang tidak diketahui, Presiden Ghani merilis pernyataan soal alasannya meninggalkan Kabul.

"Jika saya tetap tinggal, tak terhitung jumlah warga yang akan menjadi martir dan Kabul akan menghadapi kehancuran dan berubah menjadi puing-puing yang bisa mengakibatkan bencana kemanusiaan bagi enam juta penduduknya," demikian tulis Presiden Ghani dalam pernyataannya itu.