Skandal Pelecehan Seksual Bos terhadap Karyawan Guncang Alibaba

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 08 Agu 2021 18:57 WIB
Fitur Pengenal Wajah Uighur Alibaba Tuai Kontroversi
Kantor Alibaba (Foto: DW News)
Jakarta -

Pelecehan seksual dialami seorang karyawan raksasa e-commerce China, Alibaba Group Holding Ltd. Skandal tersebut pun viral dan kini dalam penyelidikan.

Seorang karyawan wanita Alibaba menceritakan pelecehan yang dialaminya melalui situs web microblogging China Weibo. Pihak Alibaba memastikan tak akan toleransi atas perbuatan tersebut.

"Alibaba Group memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran seksual, dan memastikan tempat kerja yang aman untuk semua karyawan. Hal ini adalah prioritas utama Alibaba," kata juru bicara Alibaba, seperti dilansir Reuters, Minggu (8/8/2021).

Manajemen Alibaba juga membentuk satuan tugas internal guna menyelidiki kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja mereka, di mana kepolisian di kota Jinan, China juga sudah memulai penyelidikan serupa.

"Kami telah melakukan skorsing kepada pihak-pihak terkait yang dicurigai melanggar kebijakan dan nilai-nilai kami, dan telah membentuk satuan tugas internal khusus untuk menyelidiki masalah ini dan mendukung penyelidikan polisi yang sedang berlangsung." katanya.

Viral Kisah Pelecehan di Medsos China

Kisah pelecehan seksual bermula dari unggahan seorang karyawan wanita di Weibo. Karyawan Alibaba tersebut menceritakan kisah pelecehan yang dialaminya saat dalam perjalanan bisnis.

Wanita yang tak mengungkapkan identitasnya tersebut menyebut insiden terjadi pada Selasa (27/7) lalu. Saat itu, bosnya memaksa melakukan perjalanan bisnis dengannya.

Kemudian mereka bertemu dengan salah satu klien di kota Jinan, sekitar 900 kilometer dari kantor pusat Alibaba di Hangzhou. Saat pertemuan itulah, klien tersebut mencium korban.

Kala itu, korban mabuk dan mendapati dirinya dalam keadaan tanpa busana di sebuah kamar hotel. Sayangnya, korban tak mengingat kejadian apa yang dialaminya malam sebelumnya.

Korban pun mengecek rekaman CCTV yang dia peroleh dari pihak hotel. Terlihat sang atasan memasuki kamar itu empat kali sepanjang malam.

Sekembalinya ke Hangzhou, korban melaporkan kejadian yang dialaminye ke pihak HRD pada 2 Agustus lalu. Korban meminta atasannya dipecat. Pada awalnya pihak HRD setuju namun laporan tersebut akhirnya tidak ditindaklanjuti.

Simak juga Video: Isi Permintaan Maaf Niko Al Hakim Usai Dituding Lakukan Pelecehan

[Gambas:Video 20detik]