16 Orang Luka dalam Ledakan di Kawasan Industri Jerman, 5 Hilang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 27 Jul 2021 19:02 WIB
Pabrik plastik di Jalan Raya Tandes 208, Margomulyo, Surabaya, terbakar, Rabu (31/3). Asap hitam dan pekat membubung tinggi dari pabrik yang terbakar.
ilustrasi (Foto: Deny Prastyo)
Jakarta -

Sedikitnya 16 orang terluka dan lima orang lainnya hilang setelah ledakan di sebuah kawasan industri kimia di Kota Leverkusen, Jerman. Warga diimbau untuk tidak keluar rumah di tengah kepulan asap hitam yang membubung di atas lokasi.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (27/7/2021), operator Chempark Currenta mengatakan dalam sebuah pernyataan, ledakan itu terjadi pada Selasa (27/7) sekitar pukul 09:40 waktu setempat "karena alasan yang masih belum diketahui".

Aplikasi peringatan NINA Jerman mengirimkan peringatan "bahaya ekstrem" kepada penduduk, memberitahu mereka untuk menutup semua pintu dan jendela rumah.

Currenta mengatakan insiden itu terjadi di TPA Chempark dan area pembakaran sampah di distrik Buerrig Leverkusen, yang terpisah dari kawasan industri utama yang menampung banyak perusahaan kimia termasuk Bayer, Lanxess dan Evonik Industries.

Otoritas Kota Leverkusen mengatakan di Facebook bahwa 16 orang terluka dalam insiden itu, empat orang di antaranya serius.

Currenta sebelumnya mengatakan "beberapa karyawan" terluka.

Baik otoritas Currenta maupun Leverkusen menyebut bahwa lima orang masih hilang.

Menurut pejabat Kota Leverkusen, ledakan itu menyebabkan kebakaran di tangki penyimpanan pelarut yang membutuhkan waktu beberapa jam untuk dipadamkan. Para petugas pemadam kebakaran dari kota terdekat, Cologne dipanggil untuk membantu upaya tersebut.

Sejumlah besar polisi, petugas pemadam kebakaran dan kru penyelamat dikerahkan ke tempat kejadian, serta ahli pendeteksi polusi di tengah kekhawatiran bahwa asap yang berasal dari lokasi dapat menimbulkan risiko kesehatan.

Polisi di Kota Cologne menyatakan telah menutup beberapa jalan raya di daerah Leverkusen karena "kerusakan besar".

Mereka mendesak pengemudi untuk menghindari daerah itu dan mengingatkan penduduk untuk tetap di dalam rumah "dan menutup semua jendela dan pintu sebagai tindakan pencegahan".

(ita/ita)