Round-Up

Sulit Situasi Paman Sam Sebab Kasus Corona Terus Melejit

Tim detikcom - detikNews
Senin, 26 Jul 2021 20:02 WIB
FILE- In this Wednesday, July 7, 2021, file photo, people wait in line for COVID-19 vaccinations at an event at La Bonita market, a Hispanic grocery store, in Las Vegas. The U.S. surgeon general said Sunday, July 18 that hes concerned about what lies ahead with cases of COVID-19 increasing in every state, millions still unvaccinated and a highly contagious virus variant spreading rapidly.. (AP Photo/John Locher, File)
Foto ilustrasi (AP/John Locher)
Jakarta -

Sepekan ini, kurva pandemi COVID-19 Negeri Paman Sam terdeteksi melonjak. Negara itu menghadapi situasi sulit yang menjadi biang kerok memburuknya pagebluk virus Corona: banyak rakyatnya emoh divaksin.

Gambaran kecil sikap mental orang di negara maju ini terlihat dari kesaksian Jacob Burmood, seorang seniman berusia 40 tahun dari Kansas City, Missouri. Dia menuturkan bahwa ibundanya sering mempromosikan teori-teori konspirasi vaksin meskipun suaminya sendiri -- ayah tiri Burmood -- dirawat di rumah sakit dengan ventilator di Springfield.

"Ini benar-benar menyedihkan, dan itu sungguh membuat frustrasi," sebutnya, diberitakan Associated Press, Kamis (22/7) lalu.

Pada saat itu, negara bagian Utah melaporkan 295 kasus rawat inap akibat Corona -- jumlah tertinggi sejak Februari. Negara bagian ini juga melaporkan rata-rata 622 kasus Corona setiap hari sepanjang pekan lalu -- meningkat tiga kali lipat dibandingkan awal Juni.

Data otoritas kesehatan setempat menunjukkan lonjakan kasus nyaris seluruhnya melibatkan orang-orang yang belum divaksin Corona.

"Ini seperti melihat kecelakaan mobil sebelum terjadi," ucap Dr James Williams selaku associated professor klinis untuk pengobatan darurat pada Texas Tech, yang kini merawat lebih banyak pasien Corona. "Tidak ada dari kita yang ingin melalui ini lagi," imbuhnya.

Dia menambahkan bahwa kebanyakan pasien Corona yang dirawat berusia lebih muda -- antara 20-an hingga 40-an tahun -- dan sebagian besar belum divaksin.

Johns Hopkins University memampang jumlah rata-rata tambahan kasus harian di AS selama tujuh hari melonjak dalam dua pekan terakhir menjadi lebih dari 37.000 kasus pada Selasa (20/7) waktu setempat, dari sebelumnya kurang dari 13.700 kasus pada 6 Juli.

Para pejabat kesehatan setempat menyalahkan varian Delta yang sangat mudah menular dan lambannya laju vaksinasi Corona di AS. Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan baru 56,2 persen warga AS yang telah mendapatkan setidaknya satu dosis suntikan vaksin Corona.

Selanjutnya, hoax hingga aturan lepas masker bikin situasi sulit: