AS Jatuhkan Sanksi ke Kuba Karena Dianggap Tekan Demonstran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 23 Jul 2021 07:01 WIB
President Joe Biden speaks about reaching 300 million COVID-19 vaccination shots, in the State Dining Room of the White House, Friday, June 18, 2021, in Washington. (AP Photo/Evan Vucci)
Presiden AS Joe Biden (AP Photo/Evan Vucci)
Jakarta -

Muncul demonstrasi yang mengkritik pemerintah di Kuba, negara komunis tetangga Amerika Serikat (AS). Pemerintahan Kuba dinilai merepresi demo tersebut, AS kini menjatuhkan sanksi untuk Kuba.

Dillansir AFP, Jumat (23/7/2021), AS menjatuhkan sanksi kepada Menteri Pertahanan dan pasukan khusus Kuba pada Kamis (22/7) waktu setempat. Kuba dianggap merepresi protes damai.

Kementerian Keuangan AS menyatakan Kantor Bagian Pengontrol Aset Asing telah membekukan aset Menteri Alvaro Lopez Miera dan Brigade Khusus Nasional (SNB), salah satu divisi dalam kementerian dalam negeri Kuba. Soalnya, pejabat dan pasukan khusus itu melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) selama protes-protes berlangsung mulai awal bulan ini.

"Ini cuma awalnya. Amerika Serikat akan melanjutkan sanksi individual untuk merespons operesi terhadap rakyat Kuba," kata Presiden AS Joe Biden.

Sanksi dijatuhkan berdasarkan Magnitsky Act, atau Undang-Undang Akuntabilitas Hukum Sergei Magnitsky. Aturan awal ini mengamanatkan kepada Departemen Luar Negeri dan Departemen Keuangan AS untuk melarang perjalanan dan membekukan aset individu yang telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat, juga korupsi.

Sanksi itu membekukan aset Lopez Miera dan SNB di AS, juga melarang warga negara AS dan penduduk AS untuk berhubungan finansial dengan Lopez Miera dan SNB.

Selanjutnya, Biden mendukung rakyat Kuba, bukan rezim Kuba:

Lihat Video "Kuba Memanas, AS Sindir Komunisme Ideologi Gagal":

[Gambas:Video 20detik]