Round-Up

Ironi Orang Deket Suu Kyi Meninggal Tertular COVID di Bui

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 20 Jul 2021 21:33 WIB
Jakarta -

Nyan Win, orang terdekat pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, meninggal dunia karena terpapar virus Corona (COVID-19) di dalam penjara. Nyan Win meninggal hari ini Selasa, 20 Juli 2021.

Seperti diketahui, penjara-penjara di Myanmar penuh, akibat penindakan tegas junta militer terhadap orang-orang yang dianggap membangkang, para aktivis dan politikus NLD. Myanmar berada dalam kekacauan sejak kudeta militer.

Dilansir AFP, Selasa (20/7), otoritas junta militer Myanmar mengumumkan bahwa Nyan Win meninggal dunia dalam usia 78 tahun pada Selasa (20/7) waktu setempat. Semasa hidup, Nyan Win dikenal sebagai anggota senior dan mantan juru bicara Partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang dipimpin Suu Kyi.

"U Nyan Win ditemukan dengan gejala COVID pada 11 Juli dan dipindahkan ke Rumah Sakit Umum Yangon... untuk mendapatkan perawatan," tutur juru bicara Dewan Administrasi Negara -- sebutan resmi untuk junta Myanmar, Zaw Min Tun.

"Dia meninggal dunia pada pagi ini, pukul 09.00 waktu setempat, di rumah sakit," imbuhnya.

Zaw Min Tun menambahkan bahwa Nyan Win memiliki penyakit bawaan yakni hipertensi dan diabetes. Hingga saat ini belum ada komentar resmi dari Suu Kyi terkait kepergian orang kepercayaannya ini.

Tentang Nyan Win

Nyan Win adalah politikus veteran yang bekerja untuk isu hak asasi manusia (HAM), Nyan Win juga satu-satunya orang yang diperbolehkan bertemu Suu Kyi selama rezim junta militer sebelumnya saat dia menjadi tahanan rumah selama 15 tahun.

Nyan Win bertindak sebagai penyalur untuk Suu Kyi selama dia dipenjara, menyalurkan pesan-pesan Suu Kyi dari Myanmar yang saat itu terisolasi ke dunia luar dan para pendukungnya.

"Kita sangat bergantung padanya. Saya sangat sedih kehilangan dia," ucap pengacara Khin Maung Zaw, yang merupakan anggota tim penasihat hukum Suu Kyi, kepada AFP. "Tapi kita akan mengubah kesedihan kita menjadi kekuatan untuk bergerak maju," ucap Zaw Min Tun.

Zaw Min Tun juga menyebut 375 orang yang dipenjara di berbagai wilayah telah dinyatakan positif Corona. Sekitar 200 orang di antaranya kini dirawat di rumah sakit, termasuk anggota senior NLD, Han Thar Myint, yang kini ada dalam perawatan intensif (ICU).

Lengsernya Suu Kyi

Suu Kyi dikudeta pada 1 Februari. Sejak saat itu, Suu Kyi (76) dan Presiden Win Myint ditahan oleh junta militer Myanmar.

Suu Kyi saat ini menjadi tahanan rumah, telah diadili atas dakwaan penghasutan, mengimpor walkie-talkie ilegal dan melanggar pembatasan virus Corona (COVID-19) saat berkampanye tahun lalu.

Selain itu, pemimpin de-facto Myanmar itu juga baru-baru ini didakwa melakukan penyuapan. Junta militer Myanmar mendakwa Suu Kyi melanggar undang-undang (UU) antikorupsi dengan ancaman hukuman maksimum 15 tahun penjara.

Dalam dakwaanya, junta militer menyebut Suu Kyi menggunakan sejumlah dana yang disumbangkan untuk Yayasan Daw Khin Kyi untuk demi keuntungan pribadinya, menyewakan tanah milik negara untuk kantor yayasan tersebut dan membeli tanah untuk pusat pelatihan kejuruan di Naypyitaw dengan harga lebih rendah dari nilai pasar.

Dengan dakwaan tambahan itu, maka total lima dakwaan telah dijeratkan terhadap Suu Kyi yang ditahan saat militer melancarkan kudeta pada 1 Februari lalu. Sebelumnya, Suu Kyi dijerat empat dakwaan yang terdiri atas dakwaan melanggar UU Ekspor-Impor terkait kepemilikan walkie-talkie ilegal, dakwaan melanggar UU Penanggulangan Bencana Alam terkait tuduhan melanggar protokol virus Corona (COVID-19), dakwaan melanggar UU telekomunikasi dan dakwaan penghasutan di bawah hukum pidana era kolonial.

(zap/isa)