Round-Up

Keterlaluan Ulah Israel saat Jemaah Palestina di Al-Aqsa Dibubarkan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 19 Jul 2021 22:06 WIB
Masked Palestinians wearing the Palestinian flag during clashes with Israeli security forces stand n front of the Dome of the Rock Mosque at the Al Aqsa Mosque compound in Jerusalems Old City, Friday, June 18, 2021. Hundreds demonstrated after Friday prayers in response to a rally held by Jewish ultranationalists on Tuesday in which dozens had chanted
Foto ilustrasi (AP/Mahmoud Illean)
Jakarta -

Militer Israel telah menggunakan kekerasan membubarkan para jemaah dan demonstran Palestina dari kompleks Masjid Al-Aqsa. Tindakan Israel yang keterlaluan itu menuai protes.

Dilansir Arab News, peristiwa pembubaran para jemaah dan demonstran oleh tentara Israel terjadi pada Minggu (18/7) waktu setempat.

Gangguan-gangguan terjadi saat jelang Idul Adha. Namun menurut kalender Yahudi, Minggu (18/7) kemarin adalah hari Tisha b'Av yang diperingati sebagai hari kehancuran kuil Yahudi lebih dari 2 ribu tahun lalu. Kuil itu dihancurkan pertama kali tahun 586 Sebelum Masehi, kuil kedua dihancurkan pada 70 Masehi.

Tentara-tentara Israel dilaporkan menembakkan granat kejut dan gas air mata ke arah tempat suci bagi umat Muslim, yang memicu korban luka di kalangan jemaah Palestina dan memicu kerusakan terhadap situs tersuci ketiga bagi umat Muslim tersebut.

Diketahui bahwa kompleks Al Haram al-Sharif yang menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa, juga disucikan oleh warga Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount dan diyakini menjadi lokasi dua kuil Yahudi pada era-Alkitab.

Israel juga disebut membiarkan ribuan ekstremis Yahudi memasuki kompleks Al Haram Al Sharif.

Aktivitas berdoa di tempat umum oleh para ekstremis Yahudi pada Minggu (18/7) waktu setempat, yang dilaporkan media-media Israel, jelas melanggar kesepakatan tersebut, dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap status quo sejak pendudukan Israel tahun 1967 silam.

Selanjutnya, Yordania protes:

Selanjutnya
Halaman
1 2 3