AS Kerahkan Puluhan Jet Siluman ke Pasifik, Pesan Kuat untuk China?

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 16 Jul 2021 16:57 WIB
An F-22 Raptor does a fly-by during the airshow at Joint Andrews Air Base in Maryland on September 16, 2017. / AFP PHOTO / Andrew CABALLERO-REYNOLDS
Ilustrasi -- Jet tempur siluman F-22 (dok. AFP PHOTO/Andrew CABALLERO-REYNOLDS)
Washington DC -

Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) mengirimkan lebih dari dua lusin jet tempur siluman F-22 ke perairan Pasifik sebelah barat. Pengerahan jet-jet tempur canggih ini bertujuan untuk mengikuti misi latihan yang digelar bulan ini.

Seperti dilansir CNN, Jumat (16/7/2021), pengerahan besar-besaran yang tergolong tidak biasa ini, dinilai oleh para pakar akan mengirimkan pesan kuat kepada China yang tengah bersitegang AS.

Angkatan Udara Pasifik di Hawaii pada pekan ini menyatakan bahwa sekitar 25 jet tempur siluman F-22 Raptor dari Garda Nasional Udara Hawaii dan dari Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Alaska, pada bulan ini akan dikerahkan ke Guam dan Kepulauan Tinian untuk Operation Pacific Iron 2021.

"Kami tidak pernah mendapati Raptor sebanyak ini dikerahkan bersama di area operasional Angkatan Udara Pasifik," Komandan Angkatan Udara Pasifik, Jenderal Ken Wilsbach, kepada CNN.

F-22 merupakan jet tempur generasi kelima yang diklaim sebagai pesawat tempur tercanggih di dunia, yang menggabungkan teknologi siluman dan menghubungkan sistem sensor ob-board dengan sistem informasi off-board untuk memberikan pilot pandangan detail soal ruang pertempuran.

Pengamat pertahanan yang berbasis di Hawaii, Carl Schuster, menilai bahwa pengerahan sejumlah besar jet tempur F-22 untuk misi latihan memberikan pesan segera kepada China saat hubungan tegang terkait titik rawan konflik di Pasifik, seperti Taiwan dan Laut China Selatan.

Schuster yang juga mantan direktur operasional Pusat Intelijen Gabungan pada Komando Pasifik AS ini menyebut bahwa pengerahan F-22 normal biasanya hanya terdiri atas 6-12 jet tempur.

"Angkatan Udara Pasifik menunjukkan bahwa pihaknya bisa mengerahkan sebanyak mungkin atau lebih pesawat generasi kelima ke zona dalam waktu singkat dibandingkan yang kini dimiliki (China) dalam armada keseluruhan," sebut Schuster.