Round-up

Kritikan Korut ke Paman Sam soal Skema Politik Jahat Berbalut Bantuan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 13 Jul 2021 06:03 WIB
bendera Korut
Bendera Korea Utara (Foto: Internet)
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) akan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara (Korut) terkait COVID-19. Seorang peneliti Korut mengkritik bantuan tersebut sebagai 'skema politik jahat' untuk menekan negara-negara lain.

Seperti dilansir Reuters, Senin (12/7/2021), kritikan itu disampaikan setelah sekutu-sekutu AS termasuk Korea Selatan (Korsel) menyebut bantuan vaksin virus Corona (COVID-19) atau bantuan lainnya bisa memajukan kerja sama.

Para pejabat AS mengatakan bahwa mereka mendukung bantuan kemanusiaan untuk Korut, tapi tidak ada upaya konkret yang dilakukan untuk memberikan bantuan langsung.

Korsel bersumpah akan memberikan pasokan vaksin Corona jika diminta, dan sejumlah pengamat berargumen bahwa bantuan asing semacam itu bisa membuka peluang untuk dilanjutkannya perundingan diplomatik dengan Korut, yang menolak sebagian besar tawaran dari Korsel dan AS sejak tahun 2019.

Kementerian Luar Negeri Korut mempublikasikan kritikan itu dalam situs resmi mereka pada Minggu (11/7) waktu setempat, yang menjadi indikasi jelas bahwa itu merupakan pemikiran pemerintah Korut.

Kang Hyon Chol yang diidentifikasi sebagai peneliti senior pada Asosiasi untuk Promosi Ekonomi dan Pertukaran Teknologi Internasional yang berafiliasi dengan kementerian, menyebut serangkaian contoh dari berbagai negara yang menurutnya menyoroti praktik AS dalam mengaitkan bantuan dengan tujuan kebijakan luar negeri atau tekanan isu hak asasi manusia (HAM).

"Ini dengan jelas mengungkapkan bahwa niat tersembunyi Amerika untuk mengaitkan 'bantuan kemanusiaan' dengan 'isu hak asasi manusia' adalah untuk melegitimasi tekanan mereka terhadap negara-negara berdaulat dan mewujudkan skema politik jahat mereka," tulis Kang dalam kritikannya.

Lihat juga Video: Komitmen AS Bantu Penanganan COVID-19 di Indonesia

[Gambas:Video 20detik]