Presiden Dibunuh, Haiti Minta AS-PBB Kirim Pasukan Bantu Jaga Keamanan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 10 Jul 2021 11:05 WIB
Presiden Haiti, Jovenel Moise, tewas dibunuh dalam serangan di kediaman pribadinya pada Rabu (7/7) dini hari.
Ilustrasi -- Tentara Haiti siaga usai pembunuhan Presiden Jovenel Moise (dok. AP Photo)
Port-au-Prince -

Otoritas Haiti meminta bantuan pasukan keamanan Amerika Serikat (AS) dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk membantu melindungi infrastruktur penting di wilayahnya, setelah Presiden Jovenel Moise dibunuh tentara bayaran.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Sabtu (10/7/2021), pembunuhan Moise oleh sekelompok pria bersenjata pada Rabu (7/7) dini hari dikhawatirkan membawa Haiti semakin dalam kepada krisis politik yang bisa memperburuk situasi kelaparan, kekerasan geng kriminal dan wabah virus Corona (COVID-19).

Menteri Urusan Pemilu, Mathias Pierre, menuturkan bahwa permintaan untuk bantuan keamanan AS telah dibahas dalam percakapan antara Perdana Menteri (PM) interim, Claude Joseph, dengan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Rabu (7/7) waktu setempat.

Pierre menyatakan bahwa Haiti juga mengajukan permintaan yang sama kepada Dewan Keamanan PBB pada Kamis (8/7) waktu setempat.

"Kita berada dalam situasi di mana kita meyakini infrastruktur negara ini -- pelabuhan, bandara dan infrastruktur energi -- mungkin menjadi target," ucap Pierre.

"Kami berpikir bahwa tentara bayaran bisa menghancurkan sejumlah infrastruktur untuk memicu kekacauan di negara ini. Dalam percakapan dengan Menteri Luar Negeri AS dan PBB, kami mengajukan permintaan ini," imbuhnya.

Pierre juga menyebut bahwa tujuan lain dari permintaan bantuan keamanan ini untuk memungkinkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilu legislatif yang dijadwalkan pada 26 September mendatang, bisa tetap digelar.