28 Orang Terlibat Pembunuhan Presiden Haiti, Termasuk 2 Warga AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 10:35 WIB
President of Haiti Jovenel Moise offers bouquet of flowers at the mass graveyard during the commemorative ceremonies of Haitis 10th earthquake anniversary on the outskirts of Port-au-Prince, on January 12, 2020. - Haitians on Sunday paid somber tribute to the thousands who died in the devastating earthquake of January 12, 2010, as grief mixed with bitterness over failed reconstruction efforts and continuing political instability.Thousands of Haitians flowed into churches for masses celebrated in the memory of the dead. (Photo by CHANDAN KHANNA / AFP)
Jovenel Moise (AFP/CHANDAN KHANNA)
Port-au-Prince -

Kepolisian Haiti mengungkapkan bahwa sedikitnya 28 orang terlibat dalam pembunuhan Presiden Jovenel Moise. Di antara puluhan orang itu terdapat dua warga negara Amerika Serikat (AS) keturunan Haiti.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/7/2021), Direktur Jenderal Kepolisian Nasional Haiti, Leon Charles, dalam konferensi pers pada Kamis (8/7) waktu setempat mengungkapkan bahwa 28 orang yang terlibat pembunuhan Moise terdiri atas 26 warga Kolombia dan dua warga AS keturunan Haiti.

"Kami telah menangkap 15 warga Kolombia dan dua warga Amerika keturunan Haiti. Tiga warga Kolombia lainnya telah tewas sementara delapan orang lainnya masih buron," ungkap Charles dalam konferensi pers.

Pada Rabu (7/7) waktu setempat, Kepolisian Haiti diketahui menuturkan bahwa empat tersangka, yang disebut sebagai tentara bayaran, telah tewas dan dua orang lainnya ditahan. Charles tidak menjelaskan lebih lanjut soal perbedaan informasi ini.

Dalam pernyataannya, Charles hanya menyatakan bahwa: "Senjata dan material yang digunakan oleh para penyerang telah ditemukan."

Disebutkan oleh Charles, seperti dilansir Channel News Asia, bahwa otoritas setempat melacak para tersangka pembunuhan ke sebuah rumah di dekat lokasi kejadian di Petionville, pinggiran ibu kota Port-au-Prince.

Otoritas setempat menyebut bahwa baku tembak sengit terjadi hingga Rabu (7/7) tengah malam dan enam tersangka berhasil ditangkap, sedangkan empat lainnya tewas. Aparat keamanan melakukan patroli ketat di kawasan itu sejak Kamis (8/7) pagi waktu setempat.

"Kami telah mendapatkan aktor fisiknya, kami sekarang tengah mencari aktor intelektualnya," cetus Charles.

Simak Video: Presiden Haiti Dibunuh, Ekspatriat Berbondong Pulang ke Negara Asal

[Gambas:Video 20detik]