Krisis Ekonomi Parah Menimpa Lebanon, Bisa Untungkan Hizbullah?

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 09 Jul 2021 14:28 WIB
Hizbullah
Ilustrasi -- Kelompok Hizbullah di Lebanon (dok. Reuters)
Beirut -

Krisis ekonomi semakin mendalam yang tengah melanda Lebanon dinilai akan menguntungkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Basis pendukung Hizbullah diperkirakan semakin bertumbuh saat rakyat Lebanon kecewa dengan pemerintah dan para elite politik negara itu.

Seperti dilansir TRT World, Jumat (9/7/2021), krisis ekonomi telah memicu unjuk rasa meluas di berbagai wilayah Lebanon. Kebuntuan politik -- tidak ada pemerintahan yang jelas sejak ledakan mengguncang Beirut tahun lalu -- menempatkan negara itu pada ambang kehancuran.

Di saat rakyat menderita, faksi-faksi politik Lebanon terjebak dalam permainan saling menyalahkan. Lebanon kini dikuasai pemerintahan sementara karena faksi politik di negara itu gagal mencapai kesepakatan untuk membentuk pemerintahan baru.

Hizbullah, partai politik Syiah berpengaruh dengan sayap militer kuat, menuduh pemerintah pusat bertanggung jawab atas krisis yang kini menyelimuti Lebanon. Kalangan elite politik Lebanon dan sekutu politik mereka balik menuduh Hizbullah bertanggung jawab atas persoalan di negara itu.

Meskipun mendapat tekanan Israel dan Amerika Serikat (AS), para pakar menilai Hizbullah mungkin akan menjadi lebih kuat karena krisis yang berkelanjutan menambah kesolidan basis politiknya di berbagai wilayah Lebanon.

"Jika situasi terus memburuk dan negara berantakan, Hizbullah akan berada di tempat yang lebih baik dari kelompok politik lainnya dalam menyediakan bagi para konstituennya dan dalam mengendalikan area-area yang penting baginya," sebut direktur proyek untuk Irak, Suriah dan Lebanon pada International Crisis Group, Heiko Wimmen, dalam analisisnya.

"Secara objektif, pengaruhnya (Hizbullah-red) bahkan akan meningkat," imbuh Wimmen yang berbasis di Beirut ini kepada TRT World.

Namun Wimmen juga menekankan fakta bahwa kelompok bersenjata itu juga 'sangat tertarik dalam mempertahankan status quo' yang menguntungkan Hizbullah dan sekutunya.

Simak juga video 'Parahnya Krisis Ekonomi di Lebanon, Warga Berebut Bensin di SPBU':

[Gambas:Video 20detik]