Terlihat Lebih Kurus, Kim Jong-Un Kehilangan 20 Kg Berat Badan

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 08 Jul 2021 19:20 WIB
This combination of file photos provided by the North Korean government, shows North Korean leader Kim Jong Un at Workers Party meetings in Pyongyang, North Korea, on Feb. 8, 2021, left, and June 15, 2021. Last time when Kim faced rumors about his health, the North Korean leader had walked with a cane, missed an important state anniversary or panted for breath. Now, the 37-year-old faces fresh speculation about his health because he looks thinner noticeably in recent state media images. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Perbandingan foto Kim Jong-Un pada 8 Februari (kiri) dan 15 Juni (kanan) (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)

Berat badan Kim Jong-Un dipantau oleh badan-badan intelijen untuk mendapatkan informasi soal rezim otoriter dan rahasia di Pyongyang, terutama mengingat anggota keluarga dinasi Kim di Korut memiliki riwayat penyakit jantung.

Badan intelijen Korsel menuturkan kepada para anggota parlemen setempat pada November tahun lalu bahwa Kim Jong-Un memiliki berat badan 140 kilogram. Dalam briefing terbaru, tidak disebutkan lebih lanjut perkiraan berat badan Kim Jong-Un saat ini.

Diketahui bahwa pembatasan pandemi virus Corona (COVID-19) di sepanjang perbatasan China, perjuangan memerangi pandemi dan sanksi-sanksi internasional membuat perekonomian Korut hampir tidak tumbuh untuk tahun ini. Rezim komunis ini dilaporkan mengalami kontraksi terburuk pada tahun 2020 lalu.

Seorang anggota parlemen Korsel lainnya, Ha Tae-Keung, menyebut bahwa total perdagangan antara Korut dan China merosot 81 persen dalam lima bulan pertama tahun 2021, jika dibandingkan setahun lalu.

Bulan lalu, Kim Jong-Un memperingatkan bahwa 'situasi pangan sekarang semakin tegang'. Kekurangan pangan di Korut semakin diperburuk oleh badai yang melanda tahun lalu yang merusak hasil panen dan keputusan Kim Jong-Un menutup perbatasan karena Corona yang semakin menghambat perdagangan.

Pemimpin Korut itu kemudian menyebut negaranya sedang menghadapi 'krisis besar' terkait pelanggaran karantina, meskipun tidak dijelaskan lebih lanjut soal pelanggaran itu. Ha Tae-Keung menyebut badan intelijen Korsel meyakini pernyataan Kim Jong-Un itu ada hubungannya dengan penundaan pembukaan kembali perbatasan agar perdagangan dengan China terdongkrak.

Ditambahkan Ha Tae-Keung dalam pernyataannya kepada wartawan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan Kim Jong-Un memiliki vaksin Corona.


(nvc/ita)