Tentara AS Diserang Roket di Suriah Usai Gempur Milisi Pro-Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 29 Jun 2021 09:38 WIB
American soldier mount the U.S. flag on a vehicle near the town of Tel Tamr, north Syria, Sunday, Oct. 20, 2019. Kurdish-led fighters and Turkish-backed forces clashed sporadically Sunday in northeastern Syria amid efforts to work out a Kurdish evacuation from a besieged border town, the first pull-back under the terms of a U.S.-brokered cease-fire. (AP Photo/Baderkhan Ahmad)
Ilustrasi -- Tentara AS di wilayah Suriah (dok. AP Photo/Baderkhan Ahmad)

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, dan Gedung Putih membela keputusan AS melancarkan serangan udara di wilayah Irak dan Suriah pada Minggu (27/6) waktu setempat dengan menyebutnya sebagai cara untuk mengurangi risiko konflik.

"Kami mengambil tindakan yang diperlukan, yang tepat, secara sengaja yang dirancang untuk membatas risiko eskalasi, tapi juga untuk memberikan pesan pencegahan yang jelas dan tidak ambigu," tegas Blinken kepada wartawan dalam kunjungan di Roma, Italia.

Sejumlah kelompok milisi Irak yang pro-Iran dalam pernyataannya menyebut nama empat anggota faksi Kataib Sayyed al-Shuhada yang tewas akibat serangan udara di perbatasan Suriah-Irak. Mereka juga bersumpah akan membalas serangan udara AS.

Namun tidak jelas siapa yang melancarkan rentetan serangan roket terhadap tentara AS di Suriah.


(nvc/ita)