AS Gempur Milisi Pro-Iran di Irak dan Suriah, 5 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 09:34 WIB
In this Nov. 8, 2017, file photo, U.S. Marines are stationed in Ain al-Asad air base in Iraq. Iran struck back at the United States for the killing of a top Iranian general early Wednesday, Jan. 8, 2020, firing a series of ballistic missiles at Iraqi bases housing U.S. troops in a major escalation that brought the two longtime foes closer to war. (AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Ilustrasi -- Pangkalan udara Ain al-Assad di Irak yang menjadi markas militer AS (AP Photo/Khalid Mohammed, File)
Washington DC -

Amerika Serikat (AS) melancarkan serentetan serangan udara terhadap milisi yang didukung Iran di wilayah Irak dan Suriah. Gempuran AS ini membalas serangan drone yang dilancarkan milisi pro-Iran itu terhadap personel dan fasilitas AS di Irak.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (28/6/2021), militer AS menyatakan pihaknya menargetkan fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di dua lokasi di wilayah Suriah dan satu lokasi di wilayah Irak.

Tidak disebutkan lebih lanjut oleh militer AS soal korban luka atau korban tewas akibat serangan udara itu. Otoritas terkait menyatakan bahwa penaksiran sedang berlangsung.

Disebutkan otoritas AS pada Minggu (27/6) waktu setempat bahwa serangan udara itu dilakukan atas arahan Presiden Joe Biden, yang menjadi momen kedua kali sejak dia menjabat lima bulan lalu saat dia memerintahkan serangan balasan terhadap milisi yang didukung Iran.

Pada Februari lalu, Biden memerintahkan dilakukannya serangan udara terbatas di wilayah Suriah sebagai balasan atas serangan roket terhadap personel AS di Irak.

"Seperti yang ditunjukkan oleh serangan malam ini, Presiden Biden sudah memperjelas bahwa dia akan bertindak untuk melindungi personel AS," demikian pernyataan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Serangan udara ini dilancarkan saat pemerintahan Biden berupaya membangkitkan kesepakatan nuklir Iran tahun 2015. Keputusan melancarkan serangan balasan ini menunjukkan bagaimana Biden bertujuan untuk memilah-milah serangan defensif seperti itu, sambil secara bersamaan melibatkan Iran dalam proses diplomasi.

Simak juga '21 Orang Tewas dalam Serangan Artileri di RS Al-Shifa Suriah':

[Gambas:Video 20detik]