International Updates

Warga Korut Sedih Lihat Kim Jong-Un Lebih Kurus, AS Gempur Milisi Pro-Iran

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 18:15 WIB
This combination of file photos provided by the North Korean government, shows North Korean leader Kim Jong Un at Workers Party meetings in Pyongyang, North Korea, on Feb. 8, 2021, left, and June 15, 2021. Last time when Kim faced rumors about his health, the North Korean leader had walked with a cane, missed an important state anniversary or panted for breath. Now, the 37-year-old faces fresh speculation about his health because he looks thinner noticeably in recent state media images. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. (Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File)
Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP, File
Jakarta -

Media nasional Korea Utara (Korut) melaporkan bahwa rakyat Korut sedang bersedih karena pemimpin mereka, Kim Jong-Un, terlihat lebih kurus dari biasanya.

Seperti dilansir Reuters, Senin (28/6/2021), seorang warga Pyongyang yang tidak disebut identitasnya seperti dilaporkan televisi nasional Korut, KRT, menuturkan bahwa semua orang di Korut sedang bersedih karena Kim Jong-Un terlihat mengalami penurunan berat badan.

Komentar itu disampaikan setelah sejumlah warga Pyongyang menyaksikan rekaman video terbaru yang menunjukkan Kim Jong-Un.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (28/6/2021):

- India Selidiki Serangan Drone di Pangkalan Udara Jammu

Para penyidik sedang menyelidiki dugaan serangan drone di sebuah pangkalan udara di India bagian utara. Dua orang telah ditangkap terkait insiden ini.

Seperti dilansir AFP, Senin (28/6/2021), para pakar menyebut serangan semacam itu menjadi yang pertama di wilayah India dan memicu kekhawatiran soal keamanan di instalasi militer.

"Dua ledakan dengan intensitas rendah dilaporkan terjadi pada Minggu (27/6) pagi waktu setempat di area teknis Pangkalan Angkatan Udara Jammu. Satu ledakan memicu kerusakan ringan pada atap sebuah gedung, sementara yang lain meledak di sebuah area terbuka," demikian pernyataan Angkatan Udara India.

"Tidak ada kerusakan pada perlengkapan apapun. Penyelidikan sedang berlangsung bersama dengan lembaga-lembaga sipil," imbuh pernyataan itu.

- Lockdown Diperketat, Puluhan Ribu Pekerja Tinggalkan Ibu Kota Bangladesh

Puluhan ribu pekerja migran meninggalkan Dhaka, ibu kota Bangladesh pada Minggu (27/6) waktu setempat menjelang lockdown (penguncian) yang diperketat, yang akan membatasi sebagian besar kegiatan ekonomi dan mengharuskan orang-orang di rumah saja. Pengetatan lockdown ini dilakukan seiring meningkatnya kasus infeksi virus Corona.

Pembatasan aktivitas dan pergerakan sebenarnya telah diberlakukan sejak pertengahan April karena kasus dan kematian terkait COVID-19 melonjak.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (28/6/2021), kasus infeksi menurun pada Mei tetapi mulai meningkat lagi bulan ini, dengan lebih dari 6.000 kasus harian pada Kamis (24/6) dan 108 kematian pada Jumat (25/6), angka tertinggi dalam lebih dari dua bulan.

Peningkatan kasus itu telah mendorong pemerintah Bangladesh untuk memperketat pembatasan secara bertahap mulai Senin (28/6) ini, dengan kegiatan ekonomi - termasuk toko, pasar, transportasi dan kantor - akan ditutup pada Kamis (1/7) mendatang.

- Arab Saudi Hancurkan 10 Drone dan Rudal Houthi dalam 48 Jam

Sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat dan menghancurkan serentetan drone peledak dan rudal balistik yang diluncurkan oleh pemberontak Houthi. Sedikitnya 10 serangan drone dan rudal Houthi melanda Saudi dalam 48 jam terakhir.

Seperti dilansir Arab News, Senin (28/6/2021), laporan televisi nasional Saudi menyebut ada enam drone peledak dan empat rudal balistik yang diluncurkan Houthi ke wilayah Saudi bagian selatan.