Saudi Bebaskan 2 Aktivis Pembela Hak Perempuan

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 28 Jun 2021 05:15 WIB
TO GO WITH AFP STORY BY IAN TIMBERLAKE
A picture taken on November 26, 2015 shows Nassima al-Sadah, a candidate for municipal councils in the Gulf coast city of Qatif, posing for picture at her office in Qatif 400 kilometers east of the Saudi capital, Riyadh. Women in Saudi Arabia begin their first-ever electoral campaign on November 29, a step forward for both womens rights and the kingdoms slow democratic process. AFP PHOTO / STR (Photo by STR / AFP)
Nassima al-Sadah (Foto: AFP/STR)

Hathloul dibebaskan dalam masa percobaan dan dilarang meninggalkan kerajaan selama lima tahun.

Tindakan keras terhadap aktivis perempuan, yang menuai kecaman global, telah menyoroti catatan hak asasi manusia kerajaan terhadap monarki absolut.

Presiden AS Joe Biden telah bersumpah untuk menekan Arab Saudi lebih keras pada hak asasi manusia. Awal tahun ini mendeklasifikasi laporan intelijen ke dalam pembunuhan 2018 jurnalis Jamal Khashoggi di dalam konsulat kerajaan Istanbul.

Pembunuhan Khashoggi menodai reputasi global Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang telah berusaha memodernisasi kerajaan konservatif itu ketika mencoba mendiversifikasi ekonominya yang bergantung pada minyak.


(lir/lir)