International Updates

Naftali Bennett Tolak Kemerdekaan Palestina, China Berang Dikritik G7

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 17:15 WIB
Israels new prime minister Naftali Bennett holds a first cabinet meeting in Jerusalem Sunday, June 13, 2021. Israels parliament has voted in favor of a new coalition government, formally ending Prime Minister Benjamin Netanyahus historic 12-year rule. Naftali Bennett, a former ally of Netanyahu became the new prime minister (AP Photo/Ariel Schalit)
PM Israel yang baru Naftali Bennett (Foto: AP/Ariel Schalit)
Jakarta -

Naftali Bennett dilantik pada Minggu (13/6) waktu setempat sebagai Perdana Menteri (PM) baru Israel, menggantikan Benjamin Netanyahu yang telah berkuasa selama 12 tahun. Seperti apa sosok Bennett?

Seperti diberitakan Associated Press, Senin (14/6/2021), Bennet merupakan seorang Yahudi religius yang menghasilkan jutaan dolar di sektor hi-tech yang sebagian besar sekuler. Pria berumur 49 tahun itu merupakan pendukung keras gerakan permukiman Yahudi. Dia adalah mantan sekutu Netanyahu yang telah bermitra dengan partai-partai sayap kiri dan tengah untuk mengakhiri kekuasaan Netanyahu selama 12 tahun.

Partainya yang ultranasionalis, Yamina hanya memenangkan tujuh kursi di parlemen, Knesset yang beranggotakan 120 orang dalam pemilihan umum Maret lalu, pemilihan keempat dalam dua tahun. Namun, dia menolak untuk berkomitmen pada Netanyahu atau lawan-lawannya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (14/6/2021):

- Warga Israel Ramai-ramai Rayakan Lengsernya Benjamin Netanyahu

Ribuan warga Israel turun ke jalanan Tel Aviv pada Minggu (13/6) waktu setempat untuk merayakan terpilihnya koalisi pemerintahan baru dan lengsernya Benjamin Netanyahu dari kursi Perdana Menteri (PM) setelah 12 tahun menjabat.

Seperti dilansir The Times of Israel, Senin (14/6/2021), ribuan orang berkumpul di Alun-alun Rabin, Tel Aviv, yang biasa menjadi lokasi perayaan nasional warga Israel. Dalam perayaannya, warga membawa semprotan busa dan confetti.

Beberapa orang lainnya berkumpul di Alun-Alun Dizengoff yang memiliki air mancur dan menggelar perayaan dengan saling memercikkan air di sana.

"Bibi pulanglah," teriak seorang warga dari podium di Alun-alun Rabin, merujuk pada nama panggilan Netanyahu. Di lokasi yang sama, demonstran anti-Netanyahu menyerukan pengunduran dirinya selama lebih dari satu setengah tahun terakhir.

- Dikritik Negara G7 Soal Catatan HAM di Xinjiang, China Berang

Pemerintah China berang dan menuding negara-negara G7 melakukan "manipulasi politik" setelah mengkritik Beijing atas catatan hak asasi manusianya di Xinjiang dan Hong Kong.

Dalam sebuah pernyataan bersama setelah pertemuan puncak selama tiga hari di Inggris, para pemimpin G7 mengecam China atas pelanggaran terhadap minoritas di wilayah Xinjiang dan aktivis pro-demokrasi di Hong Kong. Presiden Amerika Serikat Joe Biden pun menyerukan Beijing untuk "mulai bertindak lebih bertanggung jawab dalam hal norma internasional tentang hak asasi manusia".

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (14/6/2021), Kedutaan China di Inggris menanggapi dengan marah pernyataan G7 tersebut dan menyebut G7 "ikut campur".

"Kelompok Tujuh (G-7) mengambil keuntungan dari isu-isu terkait Xinjiang untuk terlibat dalam manipulasi politik dan mencampuri urusan dalam negeri China, yang kami tolak dengan tegas," kata juru bicara Kedutaan China di Inggris dalam sebuah pernyataan.

- Serangan Drone Houthi Berisi Bom Hantam Sekolah di Arab Saudi

Sebuah pesawat tak berawak (drone) bermuatan bom yang diluncurkan oleh kelompok pemberontak Houthi di Yaman menghantam sebuah sekolah di Arab Saudi. Serangan itu terjadi pada hari Minggu (13/6) waktu setempat di tengah meningkatnya upaya diplomatik untuk gencatan senjata antara pihak-pihak yang bertikai.

Seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (14/6/2021), kantor berita resmi Saudi Press Agency (SPA) yang mengutip otoritas pertahanan sipil, melaporkan tak ada yang terluka dalam serangan di provinsi Asir, Saudi selatan itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2