Hamas Ancam Konflik Baru Jika Dana Qatar Rp 434 M Tak Ditransfer ke Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Jun 2021 13:50 WIB
Ribuan petempur Hamas mengadakan parade militer di Jalur Gaza bagian selatan. Parade militer dilakukan setelah seminggu gencatan senjata dengan Israel.
Ilustrasi -- Militan Hamas saat menggelar parade di Gaza (dok. AP Photo)
Gaza City -

Kelompok militan Hamas melontarkan ancaman untuk memicu eskalasi konflik terbaru jika Israel tidak mengizinkan transfer dana bantuan US$ 30 juta (Rp 434 miliar) dari Qatar ke Gaza. Ancaman ini disampaikan saat Hamas menggelar pertemuan dengan koordinator khusus Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), pekan ini.

Seperti dilaporkan media lokal Israel, Kan News dan dilansir Jerusalem Post, Rabu (23/6/2021), pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, diketahui menggelar pertemuan dengan Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Tor Wennesland, pada Senin (21/6) waktu setempat.

Dalam pertemuan itu, Sinwar menegaskan bahwa Israel harus mengizinkan transfer dana bantuan Qatar sebesar US$ 30 juta ke Gaza. Sinwar bahkan mengancam akan meningkatkan eskalasi ketegangan jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Sinwar juga menuturkan bahwa pembicaraan antara Hamas dan PBB membahas dana bantuan Qatar itu berujung kegagalan. Dia mengumumkan bahwa Hamas menolak provokasi Israel dan menyatakan pertemuan dengan semua faksi Palestina akan digelar kemudian.

"Itu pertemuan yang buruk dan sama sekali tidak positif," sebut Sinwar. "Pertemuan dengan delegasi PBB itu menyeluruh dan mereka mendengarkan kami. Tapi sayangnya, tidak ada indikasi niat untuk menyelesaikan krisis kemanusiaan di Jalur Gaza," imbuhnya.

Diketahui bahwa seperti dilansir media lokal Israel lainnya, The Times of Israel, PBB kini memainkan peran dalam mekanisme baru untuk memfasilitasi transfer dana bantuan Qatar untuk Gaza. Laporan media lokal Channel 12, yang tidak menjelaskan sumbernya, menyatakan Otoritas Palestina tidak akan dilibatkan dalam transfer dana itu dan untuk selanjutnya, transfer dana akan dilakukan via PBB.

Disebutkan juga bahwa dana bantuan Qatar tidak akan diberikan secara tunai dalam koper-koper seperti yang dilakukan sebelum-sebelumnya, namun akan dibawa ke Gaza dengan menggunakan 'cara lainnya' tanpa dijelaskan lebih lanjut.

Selanjutnya
Halaman
1 2