Moskow Catat Rekor Kasus Corona dalam Dua Hari Berturut-turut

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 20 Jun 2021 04:53 WIB
Residents stay in their apartments on the Moscow outskirts late on March 29, 2020. - All residents of Moscow will be under strict self-isolation rules beginning on March 30, 2020, the mayor said in the evening of March 29, as coronavirus cases climbed in the capital. Muscovites will only be allowed to leave their homes in the case of a medical emergency, to travel to work if necessary, and go to grocery stores or pharmacies, the capitals mayor Sergei Sobyanin said in a statement. (Photo by Kirill KUDRYAVTSEV / AFP)
Situasi Moskow saat pendemi (Foto: AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Mokow -

Ibu Kota Rusia, Moskow pada Sabtu waktu setempat mencatat tambahan kasus baru Corona sebanyak 9.120 kasus. Pemerintah mengatakan penambahan kasus ini menjadi tertinggi dalam dua hari berturut-turut.

Dilansir AFP, Sabtu (19/6/2021) rekor hari Sabtu melampaui total 9.056 infeksi baru pada hari sebelumnya. Menurut penghitungan virus corona pemerintah, kasus meningkat dari 3.000 setiap hari pada dua minggu lalu.

Kasus-kasus baru dipicu oleh varian Delta yang sangat menular yang pertama kali ditemukan di India dan telah mengancam akan membanjiri rumah sakit Moskow. Para pejabat bergegas menyediakan tempat tidur baru untuk pasien Covid.

Untuk menghadapi serangan pasien baru, Wakil Walikota Moskow Anastasia Rakova mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kota itu akan menambah tempat tidur rumah sakit menjadi 24.000 dari 17.000 selama dua minggu ke depan.

Moskow yang menjadi pusat wabah Rusia, menyumbang lebih dari setengah kasus pada Sabtu, yang mencapai hampir 5,3 juta sejak awal pandemi. Menurut perhitungan AFP, total kasus Rusia adalah yang tertinggi keenam di dunia.

Pada hari Jumat, Walikota Moskow Sergei Sobyanin mengatakan bahwa varian Delta menyumbang hampir 90 persen dari kasus baru.

Varian yang sangat menular telah memaksa walikota untuk memberlakukan kembali sejumlah pembatasan pandemi di ibu kota Rusia. Di mana selama berbulan-bulan situasi telah kembali hidup seperti biasa.

Pihak berwenang Rusia telah mengandalkan empat vaksin mereka - Sputnik V, EpiVacCorona, CoviVac dan Sputnik Light satu dosis - untuk mengurangi pandemi, tetapi telah menghadapi populasi yang skeptis terhadap vaksinasi.

Meskipun Rusia meluncurkan jab drive pada bulan Desember, hanya 19 juta dari populasi sekitar 146 juta yang telah menerima setidaknya satu dosis vaksin. Data itu berdasarkan situs web Gogov yang menghitung angka Covid dari daerah dan media tanpa adanya vaksin.

Satu survei independen baru-baru ini mengatakan 60 persen orang Rusia tidak berniat untuk divaksinasi.

Tetapi pada hari Rabu, Sobyanin memerintahkan vaksinasi wajib bagi penduduk ibukota Rusia yang bekerja di industri jasa, dengan mengatakan sekitar 60 persen harus divaksinasi sepenuhnya pada 15 Agustus.

Simak video 'Varian Delta Kian Menyebar, WHO: Prokes Harus Lebih Tegas dan Ketat':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)