China Luncurkan 3 Astronaut ke Stasiun Luar Angkasa

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 17 Jun 2021 09:44 WIB
Beijing -

Tiga astronaut China yang akan menjadi awak pertama Stasiun Luar Angkasa Tiangong telah diluncurkan pada Kamis (17/6) pagi waktu setempat. Ketiga astronaut akan menjalankan misi selama tiga bulan di Stasiun Luar Angkasa baru milik China tersebut.

Seperti dilansir AFP, Kamis (17/6/2021), kendaraan luar angkasa Shenzhou-12 yang membawa ketiga astronaut China itu dipasangkan pada roket Long March-2F dan diluncurkan ke Stasiun Luar Angkasa Tiangong pada Kamis (17/6) pagi, sekitar pukul 09.22 waktu setempat.

Peluncuran dilakukan dari pusat peluncuran Jiuquan di gurun Gobi, China bagian barat laut. Roket China itu. Tayangan langsung televisi nasional China menunjukkan momen saat roket Long March-2F terangkat ke udara dan memicu kepulan asap di tengah langit biru.

Dalam seremoni sebelum peluncuran, ketiga astronaut yang telah memakai pakaian luar angkasa tampak menyapa kerumunan pendukung yang juga terdiri atas keluarga dan para staf dari Badan Antariksa China. Mereka sempat menyanyikan lagu patriotik soal Partai Komunis China, juga melambaikan bendera nasional China dan bunga.

Kepala komandan program luar angkasa berawak China, Li Shangfu, mendoakan keberuntungan untuk ketiga astronaut tersebut.

Kendaraan luar angkasa Shenzhou-12 nantinya akan berlabuh di bagian utama Tianhae pada Stasiun Luar Angkasa Tiangong, yang ditempatkan ke orbit pada 29 April lalu. Modul Tianhae memiliki area tempat tinggal terpisah untuk masing-masing astronaut, treadmill untuk olahraga dan pusat komunikasi untuk email dan panggilan video dengan ground control.

Peluncuran tiga astronaut ini menjadi misi berawak pertama China dalam nyaris lima tahun terakhir.

Misi peluncuran ini juga menjadi pertaruhan prestise bagi pemerintah China yang bersiap memperingati hari jadi ke-100 tahun untuk Partai Komunis pada 1 Juli mendatang, dengan gempuran propaganda.

A Long March-2F Y12 rocket carrying a crew of Chinese astronauts in a Shenzhou-12 spaceship lifts off at the Jiuquan Satellite Launch Center in Jiuquan in northwestern China, Thursday, June 17, 2021. China has launched the first three-man crew to its new space station in its the ambitious programs first crewed mission in five years. (AP Photo/Ng Han Guan)Roket Long March-2F yang membawa tiga astronaut China dalam kendaraan luar angkasa Shenzhou-12 Foto: AP Photo/Ng Han Guan

Untuk mempersiapkan misi ini, para astronaut menjalani pelatihan selama lebih dari 6.000 jam, termasuk melakukan ratusan jungkir balik di bawah air dengan perlengkapan luar angkasa penuh.

Nie Haisheng yang menjadi komandan misi ini merupakan seorang pilot Angkatan Udara berprestasi pada Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) yang sudah dua kali berpartisipasi dalam misi luar angkasa. Dua astronaut lainnya, yang menurut Associated Press bernama Tang Hongbo dan Liu Boming, juga disebut sebagai personel militer China.

Badan Antariksa China merencanakan total 11 misi yang akan diluncurkan hingga akhir tahun depan, guna menyelesaikan perakitan Tiangong di orbit, termasuk pemasangan panel surya dan dua modul laboratorium untuk memperluas stasiun luar angkasa tersebut. Tiga misi di antaranya akan membawa astronaut-astronaut lainnya untuk rotasi awak stasiun luar angkasa tersebut.

Awak pertama akan menguji coba dan memelihara sistem di dalam stasiun luar angkasa tersebut, melakukan spacewalk dan melakukan eksperimen ilmiah.

Begitu perakitan selesai sepenuhnya, menurut Badan Antariksa China, Tiangong akan memiliki berat sekitar 90 ton dan diperkirakan memiliki umur hingga 10 tahun. Stasiun Tiangong akan lebih kecil dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan mirip dengan stasiun luar angkasa era Uni Soviet, Mir, yang diluncurkan tahun 1986 dan dinonaktifkan tahun 2001.

(nvc/ita)