Marah, Netanyahu Sebut PM Baru Israel Tak Akan Mampu Hadapi Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 14 Jun 2021 09:37 WIB
Israels outgoing prime minister Benjamin Netanyahu speaks during a Knesset session in Jerusalem Sunday, June 13, 2021. Bennett is expected later Sunday to be sworn in as the countrys new prime minister, ending Prime Minister Benjamin Netanyahus 12-year rule. (AP Photo/Ariel Schali22
Benjamin Netanyahu saat berpidato untuk terakhir kali sebagai PM Israel (AP Photo/Ariel Schali22)
Tel Aviv -

Dalam pidato terakhirnya sebagai Perdana Menteri (PM) Israel sebelum pemerintahan baru dilantik pada Minggu (13/6) malam, Benjamin Netanyahu melontarkan serangan keras terhadap Naftali Bennett yang menggantikan dirinya.

Seperti dilansir The Times of Israel, Senin (14/6/2021), Netanyahu tidak hanya meluapkan kemarahannya terhadap Bennett, tapi juga bersumpah akan berusaha tanpa kenal lelah untuk menggulingkan koalisi pemerintahan baru Israel.

"Saya akan berjuang setiap hari melawan pemerintahan sayap kiri yang mengerikan dan berbahaya ini demi menggulingkannya," tegas Netanyahu di hadapan anggota parlemen Israel.

"Dengan pertolongan Tuhan, itu akan terjadi lebih awal daripada yang Anda pikirkan," imbuhnya.

Dalam komentar memperingatkan Iran, Hamas dan Hizbullah, Netanyahu menegaskan dirinya tidak akan pergi ke mana-mana. "Kami akan kembali segera!" ucapnya dalam bahasa Inggris.

Diketahui bahwa koalisi pemerintahan baru Israel dipimpin oleh Bennett yang memimpin Partai Yamina dan Yair Lapid yang memimpin Partai Yesh Atid. Pada Minggu (13/6) waktu setempat, parlemen Israel atau Knessett menyetujui koalisi pemerintahan baru itu dalam voting dengan hasil 60 mendukung dan 59 menolak.

Bennett pun dilantik menjadi PM ke-13 Israel dan Lapid menjadi Menteri Luar Negeri Israel.

Tonton video 'Palestina Anggap Pemerintahan Baru Israel Sama Seperti Era Netanyahu':

[Gambas:Video 20detik]