5 Roket Hantam Pangkalan Udara Irak

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 10 Jun 2021 03:54 WIB
FILE - In this Sunday, Dec. 29, 2019 file photo taken from a helicopter shows Ain al-Asad air base in the western Anbar desert, Iraq. Iran struck back at the United States for the killing of a top Iranian general early Wednesday, Jan. 8, 2020, firing a series of ballistic missiles at Iraqi bases, including Ain al-Asad air base, housing U.S. troops in a major escalation that brought the two longtime foes closer to war. (AP Photo/Nasser Nasser, File)
Ilustrasi Pangkalan udara Ain al-Asad di Irak yang menjadi markas tentara AS (Foto: AP Photo/Nasser Nasser, )
Irak -

Pangkalan Udara Balad Irak menjadi sasaran pelemparan roket. Sebanyak lima roket dilempar ke pangkalan tersebut, dua proyektil di antaranya jatuh di dekat area yang digunakan oleh Pasukan AS.

"Tidak ada korban atau kerusakan," kata pejabat setempat, seperti dilansir dari AFP, Kamis (10/6/2021).

Pangkalan udara Balad, di utara Baghdad, digunakan oleh perusahaan AS Sallyport untuk melayani jet tempur F-16 yang diterbangkan oleh angkatan udara Irak dan telah berulang kali menjadi sasaran tembakan roket.

Perusahaan AS lainnya, Lockheed Martin, menarik stafnya dari pangkalan bulan lalu di tengah kekhawatiran tentang keselamatan personelnya.

Setidaknya tiga subkontraktor asing dan satu subkontraktor Irak terluka dalam serangan di Balad.

AS secara rutin menyalahkan serangan semacam itu - yang juga secara teratur menargetkan kepentingan AS di instalasi lain, termasuk bandara Baghdad - pada faksi yang didukung Iran.

Pasukan AS berada di Irak sebagai bagian dari koalisi militer yang dibentuk untuk memerangi kelompok ISIS -- kampanye yang dinyatakan pemerintah Irak menang pada akhir 2017.

Serangan roket itu dipandang sebagai sarana untuk menekan Washington agar mengeluarkan semua personelnya yang tersisa, yang dipandang faksi-faksi terkait Iran sebagai kekuatan pendudukan.

Pada pertengahan April, para pejuang pro-Iran mengirim pesawat tak berawak berisi bahan peledak menabrak bandara Arbil dalam penggunaan senjata semacam itu yang pertama kali dilaporkan terhadap pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak.

Simak juga 'Denmark Sumbang Rp 115 Miliar ke Irak untuk Lawan ISIS':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/eva)