Saksi Mata Ungkap Momen Mengerikan Saat Keluarga Muslim Kanada Diserang

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 08 Jun 2021 13:55 WIB
A police car passes the location where a family of five was hit by a driver, in London, Ontario, Monday, June 7, 2021. Four of the members of the family died and one is in critical condition. A 20-year-old male has been charged with four counts of first degree murder and count of attempted murder in connection with the crime. (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)
Lokasi serangan truk yang menewaskan keluarga Muslim di Ontario, Kanada (Brett Gundlock/The Canadian Press via AP)

Serangan truk itu menewaskan empat orang yang diidentifikasi sebagai Salman Afzal (46), Madiha (44) yang merupakan istri Afzal, dan Yumna (15) yang merupakan putri keduanya, serta seorang nenek berusia 74 tahun. Semua korban tewas masih satu keluarga.

Seorang bocah laki-laki berusia 9 tahun bernama Fayez berhasil selamat, namun mengalami luka serius dan kini dirawat di rumah sakit.

Sebuah halaman penggalangan dana untuk keluarga itu menyebut sang ayah atau Afzal merupakan pakar fisioterapi, dengan istrinya tengah kuliah untuk gelar PhD jurusan teknik sipil di Western University di London, Ontario. Putri keduanya baru naik dari kelas sembilan dan sang nenek merupakan 'pilar' keluarga itu.

Zahid Khan yang merupakan kerabat dari keluarga itu menuturkan bahwa keluarga itu berimigrasi dari Pakistan sekitar 14 tahun lalu dan menjadi anggota yang sangat berdedikasi serta dermawan untuk Masjid Muslim London di Ontario.

"Mereka hanya keluar untuk jalan-jalan yang biasa mereka lakukan setiap harinya," tutur Khan yang tak kuasa menahan air mata di lokasi kejadian.

Seorang warga setempat, Qazi Khalil, menuturkan dirinya terkait kali melihat keluarga Afzal pergi berjalan-jalan malam bersama pada Kamis (3/6) lalu. "Ini sungguh menghancurkan saya dari dalam. Saya benar-benar tidak bisa menerima bahwa mereka tidak lagi ada di sini," ucapnya.

Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi bernama Nathaniel Veltman (20), telah ditahan dan menghadapi empat dakwaan pembunuhan tingkat pertama. Veltman disebut tidak mengenal para korbannya. Kepolisian Kanada menyebut para korban sengaja ditargetkan karena mereka Muslim.

Wali Kota London, Ed Holder, menyebutnya sebagai 'pembunuhan massal terhadap Muslim'.

Halaman

(nvc/ita)