Round-Up

Ketegangan China-Filipina Berlanjut Buntut Aktivitas Kapal di Laut

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 30 Mei 2021 06:00 WIB
Kapal Perang China Masuki Samudera Hindia di Tengah Krisis Maladewa
Foto: Ilustrasi (Australia Plus ABC)
Manila -

Pemerintah Filipina bersitegang dengan China soal aktivitas kapal di Laut China Selatan. Pemerintah Filipina memprotes China soal 'keberadaan dan aktivitas ilegal' yang terus berlanjut di dekat sebuah pulau milik Filipan di Laut China Selatan.

Kementerian Luar Negeri Filipina menyatakan Manila mengajukan protes diplomatik atas 'pengerahan yang tak henti-hentinya, kehadiran yang berkepanjangan, dan aktivitas ilegal aset-aset maritim China dan kapal-kapal penangkap ikan China' di sekitar Pulau Thitu, seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (29/5/2021).

Pulau Thitu yang dikenal sebagai Pag-asa di Filipina, berjarak 280 mil laut dari daratan dan merupakan yang terbesar dari delapan terumbu karang dan pulau yang didudukinya di Kepulauan Spratly.

Pemerintah Filipina menuntut China itu menarik kapal-kapal tersebut. Sementara itu, Kedutaan Besar (Kedubes) China di Manila belum menanggapi permintaan komentar mengenai hal ini.

Pemerintah Filipina mengatakan yakin kapal-kapal itu diawaki oleh milisi, sementara Beijing mengatakan kapal-kapal itu adalah kapal penangkap ikan yang berlindung dari cuaca buruk.

"Kepulauan Pag-asa adalah bagian integral dari Filipina yang memiliki kedaulatan dan yurisdiksi," kata Kementerian Luar Negeri Filipina dalam sebuah pernyataan.

China diketahui telah membangun kota mini dengan landasan pacu, hanggar, dan rudal permukaan-ke-udara di Subi Reef sekitar 15 mil laut dari Thitu.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Tonton juga Video: 2 Kapal Filipina Tepergok Curi Ikan di Laut Sulawesi

[Gambas:Video 20detik]