Duterte Ancam Bui Pejabat yang Gagal Cegah Acara Superspreader Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 14:37 WIB
Komisi HAM Filipina selidiki aksi polisi yang tewaskan sembilan pemberontak komunis, Duterte minta aparat abaikan hak asasi
Rodrigo Duterte (dok. BBC World)
Manila -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, menyatakan akan memenjarakan para pejabat daerah, kepala desa dan pejabat kepolisian yang gagal mencegah digelarnya acara superspreader virus Corona (COVID-19), yang jelas melanggar protokol kesehatan.

Seperti dilansir Associated Press dan media lokal manilastandart.net, Kamis (27/5/2021), komentar keras ini disampaikan Duterte merespons maraknya pesta kolam renang, acara minum-minum dan piknik pada awal bulan ini di sedikitnya tiga resort wisata, yang berujung puluhan orang positif Corona.

Dalam pidatonya pada Rabu (26/5) malam waktu setempat, Duterte bahkan memerintahkan Kepolisian Nasional Filipina untuk menangkap, menahan dan menjeratkan dakwaan terhadap para kepala desa yang gagal mencegah digelarnya acara superspreader Corona.

Duterte juga memperingatkan para pejabat kepolisian serta kepala daerah yang tidak mampu menegakkan aturan lockdown Corona di wilayah masing-masing.

"Kepada para polisi kita, Anda mendapat pemberitahuan: orang pertama yang ditangkap adalah kapten barangay (kepala desa-red) sebagai orang yang berkuasa," cetus Duterte.

"Jika ada acara superspreader lainnya terjadi setelah malam ini, tangkap kapten barangay karena melalaikan tugas dan kegagalan menerapkan aturan hukum di bawah undang-undang pidana yang direvisi. Orang pertama dalam daftar polisi haruslah kapten barangay," tegasnya.

Arahan ini disampaikan Duterte setelah Menteri Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, melaporkan adanya tiga acara superspreader Corona di Caloocan City, Quezon City dan Bulacan.

Lihat juga video 'Momen Presiden Duterte Disuntik Vaksin Sinopharm':

[Gambas:Video 20detik]