Baku Tembak dengan Polisi, Penusuk Polwan di Prancis Tewas

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 29 Mei 2021 01:38 WIB
FILE PHOTO: Red and white tape used by the French national police secures a zone from traffic in Paris, France, October 19, 2016.  REUTERS/Regis Duvignau/File Photo
Ilustrasi (Foto: REUTERS/Regis Duvignau/File Photo)
Paris -

Pria yang menusuk seorang polisi wanita (polwan) di Prancis terlibat baku tembak dengan sejumlah polisi. Pelaku tewas tertembak.

Dilansir dari AFP, usai menyerang seorang polwan, pria tersebut mengambil senjata api polwan dan kabur ke arah La Chapelle-sur-Erdre, dekat kota Nantes.

250 petugas kepolisian dikerahkan untuk mencari pria tersebut. Aksi baku tembak pun terjadi. Akibatnya, 2 polisi terluka terkena tembak.

Pelaku Diduga Idap Skizofrenia

Setelah diselidiki, tidak ada motif pasti penikaman polwan tersebut. Menurut sumber AFP, pelaku dikenal memiliki gangguan kejiwaan serius dan dikenal radikal.

Pelaku disebut mengidap skizofrenia. Skizofrenia merupakan gangguan kejiwaan yang menyebabkan perubahan pola pikir seseorang sehingga sulit membedakan mana yang kenyataan dan mana yang bukan.

"Pikiran pertama saya tertuju pada petugas polisi yang terluka parah," tulis Perdana Menteri Prancis Jean Castex di Twitter.

"Dia mendapat semua dukungan saya dan ... dukungan dari seluruh pemerintah," lanjutnya.

Polisi mengamati keheningan satu menit di Bordeaux sebagai penghormatan kepada guru sejarah Samuel Paty (Philippe LOPEZ AFP / File)Polisi Prancis (Philippe LOPEZ AFP / File)

Pelaku Masuk Dalam Daftar Perburuan Teroris

Menteri Dalam Negeri Gerald Darmanin turut mengunjungi lokasi insiden penikaman. Darmanin memastikan pelaku sebagai seorang radikal. Dari laporan AFP, pelaku masuk dalam daftar perburuan teroris di negara Menara Eiffel itu.

Seorang sumber yang dekat dengan penyelidikan mengatakan bahwa luka-luka yang dialami polisi wanita itu mengancam nyawanya. Tidak disebutkan identitas polwan tersebut.

Rentetan Penyerangan ke Polisi

Belakangan ini, para polisi Prancis telah menuntut perlindungan yang lebih baik dan hukuman yang lebih keras untuk serangan-serangan terhadap mereka.

Awal bulan ini, polisi bernama Eric Masson ditembak mati saat menyelidiki aktivitas di tempat yang menjual narkoba di kota Avignon, Prancis selatan.

Kematian Masson terjadi setelah pembunuhan 23 April lalu terhadap Stephanie Monferme, seorang pegawai kepolisian yang ditikam hingga tewas di kota Rambouillet di luar Paris dalam serangan militan terbaru di Prancis.

(isa/isa)