Hamas Janji Tak Akan Ambil Dana Bantuan untuk Bangun Gaza

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 27 Mei 2021 10:46 WIB
Serangan udara Israel selama 11 hari di Jalur Gaza mengakibatkan sejumlahlah bangunan rusak. Begini penampakannya.
Dampak kerusakan di Jalur Gaza akibat gempuran Israel selama 11 hari (AP Photo)

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, menyatakan bahwa semua bantuan untuk Gaza akan 'diberikan dengan cara yang menguntungkan rakyat Palestina -- bukan Hamas'. Diketahui bahwa AS menganggap Hamas sebagai organisasi teroris.

Israel yang memberlakukan blokade darat dan maritim atas Gaza sejak tahun 2007, menuduh Hamas mengalihkan bantuan internasional untuk tujuan militer.

Pekan ini, seorang pejabat kementerian pertahanan Israel menuturkan bahwa semua dana bantuan untuk Gaza harus disalurkan melalui 'mekanisme' internasional agar bisa menjangkau warga Gaza secara langsung.

Beberapa waktu terakhir, sejumlah negara telah mengumumkan bantuan yang akan disalurkan untuk pembangunan kembali Gaza. Pekan lalu, Mesir juga mengumumkan bantuan sebesar US$ 500 juta atau sekitar Rp 7,1 triliun untuk Gaza.

AS pada pekan ini menjanjikan bantuan sebesar US$ 75 juta (Rp 1 triliun) untuk pembangunan kembali Gaza. AS juga menjanjikan US$ 5,5 juta (Rp 78,7 miliar) sebagai 'bantuan bencana darurat' untuk Gaza dan sekitar US$ 32 juta (Rp 458 miliar) untuk organisasi Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk pengungsi Palestina (UNRWA).

Sementara Qatar baru saja mengumumkan akan memberikan bantuan sebesar US$ 500 juta (Rp 7,1 triliun) untuk pembangunan kembali Gaza.


(nvc/tor)