International Updates

Kereta Gantung Jatuh Tewaskan 14 Orang, Penembakan di AS Renggut 12 Nyawa

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 24 Mei 2021 18:30 WIB
Sedikitnya 14 orang tewas saat sebuah kereta gantung di area pegunungan Italia tiba-tiba jatuh. Salah satu korban tewas merupakan anak-anak. Satu orang anak lainnya mengalami luka serius dalam insiden ini.
kereta gantung jatuh di Italia (Foto: AP)
Jakarta -

Sedikitnya 14 orang tewas saat sebuah kereta gantung di area pegunungan Italia tiba-tiba jatuh. Salah satu korban tewas merupakan anak-anak. Satu orang anak lainnya mengalami luka serius dalam insiden ini.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/5/2021), terdapat lima warga Israel di antara korban tewas dalam insiden pada Minggu (23/5) waktu setempat ini.

Kereta gantung bernama Stresa-Mottarone itu menghubungkan Danau Maggiore dengan Gunung Mottarone dalam perjalanan selama 20 menit. Danau Maggiore diketahui terletak di ketinggian nyaris 1.400 meter dari permukaan laut di puncak Gunung Mottarone.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (24/5/2021):

- Presiden Brasil Didenda karena Langgar Pembatasan Corona

Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, dihukum denda karena gagal mematuhi pembatasan virus Corona (COVID-19) saat menghadiri sebuah acara publik di wilayah Maranhao.

Seperti dilansir AFP, Senin (24/5/2021), Gubernur Maranhao, Flavio Dino, menuturkan bahwa otoritas kesehatan negara bagian itu mengajukan gugatan terhadap Bolsonaro terkait pertemuan masal yang dihadirinya beberapa waktu terakhir, saat Brasil masih berjuang mengatasi pandemi Corona.

"Untuk mendukung pertemuan di Maranhao tanpa perlindungan sanitasi," sebut Dino dalam pernyataan via Twitter.

"Aturan hukum berlaku untuk semua orang," tegasnya.

- AS Ungkap Staf Lab Wuhan Berobat ke RS Sebelum Wabah Corona Diumumkan

Laporan intelijen Amerika Serikat (AS) yang terungkap ke publik menyebut para peneliti laboratorium Wuhan, China, jatuh sakit dan berobat ke rumah sakit sebelum otoritas China mengungkapkan merebaknya wabah virus Corona (COVID-19) ke dunia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (24/5/2021), isi laporan intelijen AS itu diungkapkan oleh media terkemuka AS, Wall Street Journal (WSJ), pada Minggu (23/5) waktu setempat. WSJ menyebut bahwa laporan intelijen ini akan semakin mendorong seruan penyelidikan terhadap teori virus Corona bocor dari laboratorium China.

Disebutkan WSJ bahwa laporan intelijen AS itu menyebut tiga peneliti dari laboratorium Institut Virologi Wuhan, China, mendatangi rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis pada November 2019, atau beberapa bulan sebelum China mengakui keberadaan wabah Corona.

Laporan intelijen AS yang sebelumnya dirahasiakan dari publik itu, menyebut secara detail jumlah peneliti yang terdampak, kerangka waktu mereka jatuh sakit dan kunjungan mereka ke rumah sakit.

- Nigeria Selidiki Kabar Pemimpin Boko Haram Tewas Bunuh Diri

Militer Nigeria tengah menyelidiki kabar bahwa pemimpin kelompok militan Boko Haram, Abubakar Shekau tewas bunuh diri setelah meledakkan dirinya untuk menghindari penangkapan oleh kelompok militan saingan.

Ini merupakan laporan terbaru mengenai kematian Shekau setelah sebelumnya sejumlah laporan serupa muncul dan terbukti tidak benar. Namun, banyak warga Nigeria berharap kali ini kabar tersebut benar dan mereka akhirnya dapat terbebas dari kelompok radikal tersebut.