Khamenei Sebut Israel Dipaksa Menerima Kekalahan dari Palestina

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Sabtu, 22 Mei 2021 04:12 WIB
In this photo released by an official website of the office of the Iranian supreme leader, Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei delivers his sermon in the Friday prayers at Imam Khomeini Grand Mosque in Tehran, Iran, Friday, Jan. 17, 2020. Irans supreme leader said President Donald Trump is a
Foto:Ayatollah Ali Khamenei (AP)
Teheran -

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan Israel dipaksa untuk menerima kekalahan dari Palestina. Hal diucapkan Khamenei setelah gencatan senjata antara Israel dan Palestina di Gaza.

"Saya berterima kasih kepada Tuhan yang Maha Besar atas kemenangan dan kehormatan yang diberikan kepada pejuang Palestina," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan di situs resminya seperti dilansir AFP, Sabtu (22/5/2021).

"Kejahatan yang berlanjut dan gencatan senjata adalah (bagian dari kekalahan Israel). Mereka dipaksa untuk menerima kekalahan," tambahnya.

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas, dan kelompok bersenjata lainnya di daerah Gaza diadakan pada hari Jumat, setelah 11 hari pertempuran.

"Kesiapan pemuda Palestina dan unjuk kekuatan oleh kelompok bersenjata di Gaza akan membuat Palestina lebih kuat dari hari ke hari dan musuh yang merebut lebih lemah dan lebih tercela," ucapnya.

Serangan Israel di Gaza sejak 10 Mei telah menewaskan 243 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak, kata kementerian kesehatan Gaza.

Roket yang ditembakkan ke Israel dari Gaza telah merenggut 12 nyawa di Israel, termasuk 1 anak, seorang remaja, dan seorang tentara Israel. Selain itu 1 warga India dan 2 warga negara Thailand tewas, kata pihak berwenang Israel.

Khamenei juga menyerukan tindakan hukum terhadap pemerintah Israel, termasuk perdana menterinya.

"Semua elemen efektif dari rezim ini dan penjahat (Benjamin) Netanyahu harus dikejar oleh pengadilan internasional dan independen dan dihukum," katanya.

Iran tidak mengakui Israel, dan mendukung perjuangan Palestina telah menjadi pilar kebijakan luar negeri Iran sejak revolusi 1979 di negara itu. Kepala Hamas Ismail Haniyeh pada hari Jumat berterima kasih kepada Iran karena 'menyediakan dana dan senjata' untuk gerakan itu.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran hari ini memuji kemenangan bersejarah dan menegaskan kembali dukungan Teheran untuk perjuangan Palestina.

"Selamat kepada saudara dan saudari Palestina kami atas kemenangan bersejarah ini. Perlawanan Anda memaksa penyerang mundur," tulis Saeed Khatibzadeh di Twitter.

"Bangga untuk mendukung perlawanan Anda yang adil," tambah Khatibzadeh.

Simak video 'Polisi Israel-Warga Palestina Kembali Bentrok di Al-Aqsa':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)