Keji! Eks Anggota Pengawal Kim Jong Un Bunuh Siswi di Korut

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 16:17 WIB
Kabar kondisi kesehatan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un jadi perhatian dunia. Berbagai isu muncul terkait kondisi kesehatan orang nomor satu Korea Utara ini.
Kim Jong Un yang dikawal pasukan pengawalnya. (Foto: Getty Images)
Pyongyang -

Seorang tentara yang dikeluarkan dari Unit 974, dilaporkan melakukan pelecehan seksual dan membunuh seorang siswi di Myongchon, Hamgyong Utara pada akhir Maret lalu. Dalam laporan yang terlambat dikeluarkan itu, tentara tersebut merupakan pensiunan anggota Unit 974, unit yang bertugas sebagai pengawal pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

"Seorang pria berusia dua puluhan tahun, yang bermarga Lee dari Unit 974 membunuh seorang siswa perempuan pada 28 Maret di Kabupaten Myongchon," kata seorang sumber di Provinsi Hamgyong Utara dilansir dari daily NK, Rabu (12/5/2021).

"Sebelum (dia membunuh siswa), dia juga melakukan pelecehan seksual terhadapnya. Penduduk setempat terkejut ketika mereka mengetahui bahwa penjahat ini berada di Unit 974," lanjutnya.

Menurut sumber itu, Lee dipecat dari militer dan kembali ke kampung halamannya di Myongchon pada pertengahan Mei tahun 2015 lalu. Meskipun dia dipecat secara tidak hormat, komite partai daerahnya tetap memberinya perhatian khusus karena ia telah menjaga ketat Kim Jong Un. Dia menerima perlakuan khusus yang tidak akan didapat orang lain, seperti penugasan untuk pekerjaan yang relatif baik.

Namun, Lee dengan cepat dikenal sebagai pembuat onar di area tersebut. Sebelum akhir 2015, tahun ketika dia kembali ke kampung halamannya, dia menerima hukuman enam bulan kerja karena melakukan pelecehan seksual terhadap rekan kerjanya. Pada 2017, dia menerima hukuman tujuh belas bulan penjara karena tuduhan serupa.

Kemudian, pada pukul 20.00 waktu setempat pada 28 Maret lalu, Lee menyergap seorang siswa berusia tujuh belas tahun bermarga Yang dalam perjalanan pulang. Dia bersembunyi di sekitar gedung apartemen yang terletak di dekat kantor polisi Kabupaten Myongchon sebelum menyergap siswi itu.

Sumber tersebut melaporkan hal itu karena siswa tersebut berteriak "Tolong!" ketika dia tiba-tiba dilecehkan secara seksual, dan diserang secara fisik. Pihak berwenang kemudian menangkap Lee, tetapi siswa tersebut akhirnya kehilangan nyawanya karena "kehilangan darah yang berlebihan."

"Ada gagasan (di Korea Utara) bahwa tentara di Unit 974 adalah 'pejuang yang dipersenjatai dengan ideologi'," kata sumber itu.

"Orang-orang sangat terkejut bahwa seseorang yang pernah bertugas di tempat-tempat seperti itu melakukan pembunuhan dan penyerangan seksual," lanjutnya.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Il merawat secara khusus anggota Unit 974, menyebut mereka sebagai "anak-anaknya". Pasukan Unit 974 juga menjaga kendaraan Kim Jong Un selama KTT antar-Korea April 2018.

(mae/imk)