Netanyahu Umumkan Keadaan Darurat di Lod Israel

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 09:01 WIB
Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu attends a hearing evidence stage for his trial over alleged corruption crimes, at the Jerusalem district court, in Salah El-Din, East Jerusalem, Monday, April 5, 2021. Netanyahu was back in court for his corruption trial on Monday as the countrys political parties were set to weigh in on whether he should form the next government after a closely divided election or step down to focus on his legal woes. (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Foto: Benjamin Netanyahu (Abir Sultan/Pool Photo via AP)
Yerusalem -

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan keadaan darurat di pusat Kota Lod, Israel. Hal lantaran polisi menuduh penduduk Arab di Israel melakukan kerusuhan skala luas.

Seperti dilansir AFP, Rabu (12/5/2021), pernyataan Netanyahu muncul setelah seorang Arab di Israel terbunuh di Lod malam sebelumnya ketika kekerasan melonjak antara Israel dan Palestina.

Menurut laporan, Netanyahu sendiri pergi ke Lod, yang berada di pinggiran pusat ekonomi Tel Aviv dekat Bandara Ben Gurion, untuk meminta ketenangan.

Kota berpenduduk 77.000 orang itu, termasuk 47.000 orang Yahudi Israel dan 23.000 orang Arab Israel, telah menjadi tempat bentrokan kekerasan pada hari Senin (10/5), polisi setempat mengkonfirmasi perihal itu.

Tetapi pada Selasa (11/5) malam, ketika protes berlipat ganda di seluruh Yerusalem timur, Tepi Barat yang diduduki dan juga kota-kota lainnya, situasi memburuk di Lod.

"Kerusuhan skala luas meletus oleh beberapa warga Arab dan membahayakan komunitas," kata polisi dalam sebuah pernyataan.

Pemerintah mengatakan bala bantuan telah dikerahkan setelah media Israel melaporkan bahwa tiga sinagog dan beberapa bisnis dibakar di Lod.

"Enam belas peleton polisi perbatasan (telah) dikerahkan di daerah-daerah untuk menangani kekerasan," tambah polisi.

Ketegangan berminggu-minggu memuncak ketika polisi anti huru hara Israel bentrok dengan kerumunan orang Palestina di Masjid Al-Aqsa Yerusalem, pada hari Jumat terakhir bulan suci Ramadhan.

Bentrokan sejak di kompleks itu, yang suci bagi Muslim dan Yahudi, dan di tempat lain di Yerusalem timur telah menyebabkan sedikitnya 700 warga Palestina terluka.

Simak video 'Kepanikan Warga Israel Saat Hamas Tembakkan Ratusan Roket':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rdp)