Israel-Palestina Panas, AS Minta Kematian Warga Sipil Diakhiri

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 12 Mei 2021 05:20 WIB
Israel melancarkan gempuran udara ke wilayah Gaza untuk respons ratusan roket yang ditembakkan Hamas. Serangan udara itu porak porandakan bangunan di Kota Gaza.
Foto: Ilustrasi (AP Photo/Hatem Moussa)
Washington -

Amerika Serikat (AS) mendesak Israel dan Palestina untuk mengakhiri kematian warga sipil setelah aksi saling serangan udara. AS menyesalkan jatuhnya sejumlah korban jiwa atas ketegangan Israel dan Palestina.

"Israel memang memiliki hak untuk membela diri. Pada saat yang sama, laporan kematian warga sipil adalah sesuatu yang kami sesali dan ingin dihentikan," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price seperti dilansir AFP, Rabu (12/5/2021).

"Kami tidak ingin melihat provokasi. Provokasi yang kami lihat telah mengakibatkan korban jiwa yang sangat disesalkan," katanya.

AS menyerukan seluruh pihak untuk tenang. Israel dan Palestian diminta menurunkan ketegangan dan menahan diri.

"Kami terus menyerukan ketenangan, terus menyerukan semua pihak untuk menurunkan ketegangan dan menahan diri dalam tindakan mereka," ujarnya.

Setidaknya 30 orang termasuk anak-anak tewas ketika Israel menyerang Jalur Gaza sebagai tanggapan atas tembakan roket dari Hamas. Pihak Hamas mengatakan serangannya dimaksudkan untuk memaksa pasukan Israel keluar dari kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara tentang krisis Israel dan Palestina melalui telepon dengan Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi, kata Price. Blinken berbicara dengan mitranya untuk "mengutuk serangan roket dan mengulangi pesan penting de-eskalasi," kata Price.

Seruan itu datang sehari setelah Blinken memperkuat pesan serupa ketika dia bertemu di Washington dengan Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi, yang mendesak pelestarian status quo di Yerusalem.

Di Kanada, seperti Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel, Perdana Menteri Justin Trudeau menyebut kekerasan itu 'mengerikan'.

"Perlu segera dilakukan de-eskalasi. Kami perlu melihat penghentian kekerasan dan serangan," kata Trudeau kepada wartawan.

"Serangan roket dari Hamas benar-benar tidak dapat diterima. Kami juga sangat prihatin tentang permukiman dan penggusuran warga Palestina," imbuhnya.

Simak video 'Palestina Diserang Israel di Penghujung Ramadhan':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)