Marak Terapi Kotoran Sapi Demi Tangkal Corona di India

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 11 Mei 2021 14:45 WIB
New Delhi -

Para dokter di India melontarkan peringatan terhadap praktik menggunakan kotoran sapi yang diyakini akan menangkal virus Corona (COVID-19). Ditegaskan para dokter setempat bahwa tidak ada bukti ilmiah untuk efektivitas kotoran sapi dan hal itu justru berisiko menyebarkan penyakit lainnya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (11/5/2021), sejumlah orang di wilayah Gujarat, India bagian barat, yang mempercayai efektivitas terapi itu mendatangi tempat penampungan sapi sekali dalam seminggu untuk melumurkan kotoran sapi, maupun air kencing sapi, ke seluruh tubuh mereka.

Terapi itu dilakukan dengan harapan akan meningkatkan kekebalan tubuh terhadap Corona, atau bahkan membantu kesembuhan dari virus mematikan ini.

Dalam ajaran Hindu, sapi menjadi simbol sakral untuk kehidupan dan Bumi. Selama berabad-abad, umat Hindu menggunakan kotoran sapi untuk membersihkan rumah mereka dan untuk ritual doa, dengan meyakininya memiliki khasiat terapeutik dan antiseptik.

"Kami melihat ... bahkan para dokter datang ke sini. Keyakinan mereka adalah bahwa terapi ini meningkatkan kekebalan dan mereka bisa merawat pasien tanpa rasa takut," tutur manajer asosiasi di sebuah perusahaan farmasi setempat, Gautam Manilal Borisa, yang menyebut terapi itu membantunya sembuh dari Corona tahun lalu.

Sejak saat itu, Borisa menjadi anggota tetap dari Shree Swaminarayan Gurukul Vishwavidya Pratishtahanam, sebuah sekolah yang dikelola seorang pandita Hindu yang terletak di seberang markas utama perusahaan farmasi India, Zydus Cadila, yang sedang mengembangkan vaksin Corona buatannya.

Saat para partisipan menunggu campuran kotoran dan air kencing sapi yang dilumurkan ke tubuh mereka mengering, mereka memeluk atau menghormati sapi-sapi di tempat penampungan itu dan mempraktikkan yoga untuk meningkatkan level energi. Lumuran kotoran dan kencing sapi itu kemudian dibasuh dengan susu atau buttermilk.

Selanjutnya
Halaman
1 2