International Updates

Erdogan Sebut Israel Negara Teroris, Pria AS Tembak Mati 6 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 18:06 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)
Jakarta -

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam Israel sebagai 'negara teroris yang kejam' saat mengomentari bentrokan berdarah antara warga Palestina dan polisi Israel di Yerusalem.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/5/2021), kecaman itu disampaikan Erdogan saat berpidato di Ankara, setelah lebih dari 200 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan antara warga Palestina dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5) malam waktu setempat.

"Israel, negara teroris yang kejam, menyerang umat Muslim di Yerusalem -- yang kekhawatirannya hanyalah melindungi rumah-rumah mereka ... dan nilai-nilai sakral mereka -- dengan cara biadab tanpa etika," sebut Erdogan dalam pernyataannya.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Senin (10/5/2021):

- Corona Menggila, India Kerahkan Mantan Nakes Militer

India akan mengerahkan ratusan mantan tenaga kesehatan (nakes) militer untuk mendukung sistem layanan kesehatan yang kewalahan menghadapi lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) yang berkelanjutan.

Seperti dilansir Channel News Asia, Senin (10/5/2021), Kementerian Pertahanan India dalam pernyataannya menyebut sekitar 400 nakes militer akan kembali bertugas secara kontrak dengan masa maksimum 11 bulan. Dokter-dokter militer lainnya juga akan dikerahkan untuk membantu konsultasi online.

Dalam 24 jam terakhir, Kementerian Kesehatan India melaporkan 403.738 kasus dan 4.092 kematian akibat Corona di wilayahnya. Dengan lonjakan terbaru itu, total 22,3 juta kasus Corona dengan 242.362 kematian kini tercatat di India.

Gelombang kedua Corona yang melanda India diwarnai dengan rekor tambahan kasus harian dan kematian harian setiap harinya. Situasi itu memicu banyak rumah sakit mengalami kekurangan oksigen medis dan tempat tidur pasien, serta membuat kamar mayat dan krematorium kewalahan menghadapi aliran jenazah.

- Ratusan Orang Luka-luka dalam Bentrokan Terbaru Dekat Al-Aqsa

Ratusan orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam bentrokan terbaru antara warga Palestina dan polisi Israel di dekat kompleks Masjid Al-Aqsa, Yerusalem.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/5/2021), ratusan warga Palestina melemparkan proyektil ke arah polisi Israel yang memakai perlengkapan antihuru-hara dalam bentrokan yang terjadi pada Senin (10/5) waktu setempat. Polisi Israel menembakkan peluru karet, granat kejut dan gas air mata untuk membubarkan mereka.

"Ada ratusan orang yang mengalami luka-luka dalam bentrokan tersebut," demikian pernyataan Bulan Sabit Merah, tanpa menyebut angka pastinya.

Hanya disebutkan oleh Bulan Sabit Merah bahwa sekitar 50 korban luka di antaranya kini menjalani perawatan di rumah sakit.

- Pria Bersenjata Pisau Tikam 5 Orang di Supermarket Selandia Baru

Seorang pria bersenjatakan pisau menikam lima orang di sebuah supermarket di Selandia Baru pada Senin (10/5) ini. Akibatnya, lima orang terluka termasuk tiga orang yang mengalami luka kritis.

Selanjutnya
Halaman
1 2