International Updates

Erdogan Sebut Israel Negara Teroris, Pria AS Tembak Mati 6 Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 10 Mei 2021 18:06 WIB
President of Turkey Recep Tayyip Erdogan makes a statement after chairing the cabinet meeting in Ankara, on December 14, 2020. (Photo by Adem ALTAN / AFP)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: AFP/ADEM ALTAN)

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/5/2021), kepolisian Selandia Baru mengatakan serangan itu - sangat tidak biasa di negara Pasifik Selatan yang biasanya damai itu - terjadi di supermarket Countdown di kota Dunedin pada pukul 14:30 waktu setempat dan seorang pria telah ditahan. Namun, tidak disebutkan mengenai identitas tersangka penusukan.

Saksi mata mengatakan kepada media lokal, bahwa seorang pria yang membawa dua pisau menikam staf di supermarket dan para pengunjung yang mencoba menghentikannya juga terluka.

- Dor! Pria AS Tembak Mati 6 Orang Lalu Bunuh Diri

Penembakan massal kembali terjadi di Amerika Serikat. Seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di pesta ulang tahun di Colorado pada Minggu (9/5) pagi waktu setempat dan menewaskan enam orang. Pelaku penembakan kemudian tewas bunuh diri.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/5/2021), kepolisian Colorado Springs segera menanggapi panggilan darurat di sebuah areal parkir mobil rumah, di mana mereka menemukan enam orang dewasa ditembak mati dan satu pria dewasa yang terluka parah.

Pria yang terluka itu kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana dia meninggal karena luka-lukanya.

Investigasi awal mengungkapkan bahwa sejumlah keluarga berkumpul untuk pesta ulang tahun di dalam salah satu trailer ketika penembakan terjadi.

- Erdogan Sebut Israel 'Negara Teroris' Usai Bentrokan di Yerusalem

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengecam Israel sebagai 'negara teroris yang kejam' saat mengomentari bentrokan berdarah antara warga Palestina dan polisi Israel di Yerusalem.

Seperti dilansir AFP, Senin (10/5/2021), kecaman itu disampaikan Erdogan saat berpidato di Ankara, setelah lebih dari 200 orang mengalami luka-luka dalam bentrokan antara warga Palestina dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5) malam waktu setempat.

"Israel, negara teroris yang kejam, menyerang umat Muslim di Yerusalem -- yang kekhawatirannya hanyalah melindungi rumah-rumah mereka ... dan nilai-nilai sakral mereka -- dengan cara biadab tanpa etika," sebut Erdogan dalam pernyataannya.


(ita/ita)