International Updates

Malaysia Pulangkan Warganya dari India, Siswi SMP Tembak 3 Orang di AS

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 07 Mei 2021 16:22 WIB
FILE - In this April 30, 2021, file photo, health workers attend to COVID-19 patients at a makeshift hospital in New Delhi, India. COVID-19 infections and deaths are mounting with alarming speed in India with no end in sight to the crisis. People are dying because of shortages of bottled oxygen and hospital beds or because they couldn’t get a COVID-19 test. (AP Photo/File)
India dilanda darurat Corona (Foto: AP)

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/5/2021), Biden mengajukan proposal infrastruktur senilai US$ 2,3 triliun sebagai cara untuk mengamankan keunggulan AS di panggung global, seperti memperbaiki jembatan dan ruas jalanan berbahaya.

Proposal ini populer di kalangan politikus Partai Demokrat, namun kalangan politikus Partai Republik di Kongres menentangnya karena memandangnya sebagai pengeluaran besar-besaran yang tak terkendali dan beberapa memilih mengajukan proposal yang lebih sederhana.

- Roket China Akan Jatuh Tak Terkendali ke Bumi, AS Siap Menembak?

Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, menyatakan AS memiliki kemampuan untuk melakukan banyak hal saat negara itu melacak pergerakan puing roket China yang akan jatuh tak terkendali ke Bumi. Lantas, apakah AS akan menembak jatuh roket China tersebut?

Pada Kamis (29/4) pekan lalu, China meluncurkan satu dari tiga elemen untuk stasiun luar angkasa terbaru miliknya dengan menggunakan roket Long March 5B buatannya. Puing roket inilah yang tengah dilacak pergerakannya oleh AS.

Diketahui bahwa usai memisahkan diri dari modul stasiun luar angkasa, roket China mulai mengorbit Bumi dalam rute tak teratur karena perlahan kehilangan ketinggian. Upaya memprediksi di mana roket itu akan masuk kembali ke atmosfer Bumi atau di lokasi mana roket akan jatuh ke daratan sulit dilakukan.

Roket China itu bisa berakhir hancur saat masuk ke atmosfer dengan hanya puing-puing kecil yang jatuh ke Bumi. Jika roket nyaris utuh maka ada kemungkinan besar akan jatuh ke lautan, mengingat Bumi terdiri atas 70 persen lautan. Namun, masih ada kemungkinan bahwa roket China akan jatuh menghantam area berpenduduk atau jatuh menimpa kapal.

- Duterte Perintahkan Tangkap Orang yang Pakai Masker Asal-asalan

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan polisi untuk menangkap siapa saja yang tidak memakai masker dengan benar, termasuk yang memakainya di bawah hidung. Perintah ini dikeluarkan saat Filipina tengah memerangi lonjakan kasus virus Corona (COVID-19) di wilayahnya.

Seperti dilansir AFP, Jumat (7/5/2021), perintah ini disampaikan Duterte setelah menggelar rapat dengan satuan tugas COVID-19 pekan ini. Namun dalam video yang dirilis Rabu (5/5) malam waktu setempat, tampak Duterte tidak memakai masker dalam rapat tersebut, padahal seluruh jajaran pejabat yang hadir bermasker.

Ribuan orang di Filipina dihukum karena melanggar aturan Corona sejak akhir Maret lalu, saat pembatasan diperketat di wilayah Manila dan sekitarnya usai tercatat lonjakan kasus.

Menteri Kehakiman dan Kepala Kepolisian Filipina mendorong aparat untuk menghukum denda atau mewajibkan para pelanggar melakukan pelayanan masyarakat daripada menangkap mereka. Hal itu disampaikan setelah seorang pria tewas usai dihukum berjongkok seratus kali karena melanggar jam malam.


(ita/ita)