Round-Up

Kala Puing Roket China Jatuh Tak Terkendali Bikin AS Menerka-nerka

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 20:03 WIB
In this photo released by Chinas Xinhua News Agency, a Long March 5B rocket carrying a module for a Chinese space station lifts off from the Wenchang Spacecraft Launch Site in Wenchang in southern Chinas Hainan Province, Thursday, April 29, 2021. China has launched the core module on Thursday for its first permanent space station that will host astronauts long-term. (Ju Zhenhua/Xinhua via AP)
Foto: Momen peluncuran modul stasiun luar angkasa China dengan roket Long-March 5B (Ju Zhenhua/Xinhua via AP)
Washington DC -

China baru saja meluncurkan modul pertama dengan roket untuk stasiun luar angkasa baru miliknya. Amerika Serikat (AS) pun mencoba menerka jatuhnya puing roket karena dikhawatirkan tak terkendali.

Peluncuran ini menjadi tonggak sejarah dalam rencana ambisius China untuk menempatkan kehadiran manusia secara permanen di luar angkasa.

Seperti dilansir AFP, Kamis (29/4/2021), modul inti Tianhe telah diluncurkan menggunakan roket Long-March 5B dari Wenchang, Provinsi Hainan, pada Kamis (29/4) waktu setempat. Modul ini berisi perlengkapan penyokong kehidupan dan ruang tempat tinggal untuk para astronaut nantinya.

Stasiun luar angkasa China diharapkan akan beroperasi penuh mulai tahun 2022, setelah diluncurkannya 10 misi untuk membawa lebih banyak bagian lainnya dan perakitan dilakukan di orbit.

Dana miliaran dolar Amerika dikucurkan untuk misi eksplorasi luar angkasa, saat China berupaya menegaskan posisi globalnya yang meningkat dan kekuatan teknologinya yang terus berkembang, mengikuti jejak Amerika Serikat (AS) dan Rusia.

Siaran langsung dari televisi nasional CCTV menunjukkan para karyawan untuk program luar angkasa China bersorak saat roket Long-March 5B mengudara dari landasan peluncuran.

Begitu selesai dirakit, stasiun luar angkasa China diperkirakan akan tetap berada di orbit rendah antara 400-450 kilometer di atas permukaan Bumi selama 15 tahun.

Sementara China tidak berencana untuk menggunakan stasiun luar angkasanya untuk kerja sama internasional dalam skala Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), Beijing telah menyatakan terbuka untuk kolaborasi asing tanpa memberikan detail dari kerja sama itu.

China telah menempuh perjalanan panjang sejak satelit pertama negara ini diluncurkan tahun 1970 silam.

China mengirimkan 'taikonaut' -- sebutan untuk astronaut China -- pertamanya ke luar angkasa tahun 2003 dan mengirimkan kendaraan luar angkasa ke orbit pada awal tahun ini.

Pada September 2011, China meluncurkan lab Tiangong-1 yang merupakan modul prototipe pertamanya yang dimaksudkan untuk menjadi dasar bagi stasiun permanen di luar angkasa.

Simak juga 'Detik-detik Roket SpaceX Falcon 9 Luncurkan Satelit Starlink':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2