International Updates

Duterte Minta China Tarik Vaksin Sinopharm, Roket China Bakal Jatuh ke Bumi

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 06 Mei 2021 18:37 WIB
Momen saat Duterte disuntik vaksin Sinopharm (Screenshot from Sen. Bong Go’s Facebook livestream)
Duterte saat disuntik vaksin Sinopharm (Foto: Screenshot from Sen. Bong Go's Facebook livestream)
Jakarta -

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, meminta China untuk menarik kembali 1.000 dosis vaksin virus Corona (COVID-19) buatan Sinopharm yang disumbangkan ke negaranya. Hal ini dilontarkan Duterte setelah dia dikritik karena menerima suntikan vaksin Sinopharm meskipun belum mendapat izin penggunaan darurat oleh regulator Filipina.

Seperti dilansir Associated Press, Kamis (6/5/2021), Duterte disuntik dosis pertama vaksin Sinopharm pada Senin (3/5) waktu setempat. Dalam siaran livestreaming via Facebook, tampak Menteri Kesehatan Filipina, Francisco Duque, menyuntikkan sendiri vaksin Sinopharm ke lengan sang Presiden Filipina.

Sejumlah pengawal kepresidenan Filipina -- jumlah pastinya tidak diketahui -- juga telah disuntik vaksin Sinopharm secara rahasia.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom hari ini, Kamis (6/5/2021):

- Mengerikan! India Catat Nyaris 4.000 Kematian karena Corona Sehari

Otoritas India kembali melaporkan lonjakan kasus dan kematian akibat virus Corona (COVID-19) di wilayahnya. Dalam 24 jam terakhir, India mencatat nyaris 4.000 kematian dan melaporkan lebih dari 412.000 kasus Corona.

Seperti dilansir AFP, Kamis (6/5/2021), data terbaru Kementerian Kesehatan India menunjukkan 3.980 kematian akibat Corona tercatat dalam 24 jam terakhir. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan sehari sebelumnya saat India mencatat 3.780 kematian dalam sehari.

Data Kementerian Kesehatan India juga menunjukkan bahwa 412.262 kasus Corona tercatat dalam 24 jam terakhir di berbagai wilayah India.

Ini merupakan kedua kalinya India melaporkan lebih dari 400 ribu kasus Corona dalam sehari. Pada Jumat (30/4) lalu, India mencatat 402.351 kasus Corona dalam sehari di wilayahnya.

- Samakan Mahasiswa China dengan Anjing, Kedubes AS Picu Kemarahan

Sebuah postingan media sosial dari Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat (AS) di China menuai protes karena dianggap menyamakan mahasiswa China dengan anjing. Postingan ini diunggah saat layanan pengajuan visa mahasiswa di Kedubes AS kembali dilanjutkan mulai pekan ini.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/5/2021), mantan Presiden Donald Trump, yang masa jabatannya diwarnai hubungan tegang dengan China, sejak Januari tahun lalu melarang seluruh warga non-AS yang terbang dari China untuk masuk ke AS setelah pandemi virus Corona (COVID-19) merajalela.

Pada Rabu (5/5) waktu setempat, kantor urusan visa pada Kedubes AS di China via media sosial Weibo menanyakan kepada para mahasiswa apa lagi yang mereka tunggu setelah pemerintahan Presiden Joe Biden mencabut larangan tersebut.

"Musim semi telah tiba dan bunga-bunga bermekaran. Apakah Anda seperti anjing ini yang tidak sabar untuk pergi keluar dan bermain?" demikian bunyi postingan Kedubes AS dalam bahasa Mandarin, yang disertai sebuah video anak anjing bersemangat memanjat pagar pengaman.

- Propaganda Iran Tampilkan Gedung Capitol AS Diserang Rudal

Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan merilis video propaganda terbaru yang menunjukkan Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) diserang rudal dan meledak dengan hebatnya. Propaganda ini dirilis sebelum pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyampaikan pidatonya.

Seperti dirilis Arab News, Kamis (6/5/2021), video berdurasi 11 detik itu awalnya menampilkan tentara bersenjata Garda Revolusi Iran yang berbaris rapi dalam formasi, kemudian tampak sebuah rudal diluncurkan dari lokasi tak diketahui, yang diikuti oleh gambar Gedung Capitol AS meledak dalam kobaran api.

Video itu juga menunjukkan ulama-ulama Iran berjalan menuju Yerusalem.

Analis pada Tony Blair Institute, Kasra Aarabi, mengidentifikasi musik latar video itu sebagai lagu nasionalis Iran dengan lirik yang menggambarkan Gedung Capitol AS sebagai 'istana penindasan' yang 'dihancurkan oleh IRGC Alavi (Menteri Intelijen Iran-red), dan kabar baik pembebasan Quds (Yerusalem) datang dari Iran'.

- Puing Roket China Bisa Jatuh Tak Terkendali ke Bumi, AS Lacak Rutenya

Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat tengah melacak rute yang mungkin dilalui puing roket China yang diperkirakan akan masuk secara tak terkendali ke dalam atmosfer Bumi pada akhir pekan ini. Pentagon menyebut ada risiko roket itu jatuh ke area berpenduduk.

Seperti dilansir AFP, Kamis (6/5/2021), juru bicara Pentagon, John Kirby, menuturkan bahwa Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, 'menyadari dan mengetahui komando luar angkasa sedang melacak, sungguh-sungguh melacak puing roket ini'.

Simak video 'Momen Presiden Duterte Disuntik Vaksin Sinopharm':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2