Lukai PRT Indonesia, Wanita Hamil di Singapura Dibui

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 05 Mei 2021 15:26 WIB
Palu Hakim. Ari Saputra. Ilustrasi
ilustrasi (Foto: Ari Saputra)

Pada Desember 2018, korban menelepon polisi untuk mengabarkan bahwa Tan telah menamparnya beberapa kali karena tidak senang dengan hasil kerjanya. Namun, korban memutuskan untuk kembali ke rumah Tan untuk terus bekerja untuknya.

Pada pagi hari tanggal 30 Maret 2019, korban kembali ditampar Tan pada kedua sisi wajahnya dan dahinya dipukul tiga kali hingga membengkak.

Tan, yang sedang hamil trimester terakhir, mengakui dirinya bersalah dan meminta keringanan hukuman.

"Saya hanya ingin Anda tahu, saya tahu saya salah, dan keluarga saya membutuhkan saya, dan saya juga tidak ingin melahirkan di penjara dan terpisah dari anak-anak saya," katanya kepada hakim.

Hakim mengatakan norma hukuman untuk pelecehan pembantu rumah tangga biasanya hukuman penjara kecuali ada keadaan luar biasa, yang tidak ada dalam kasus ini.


(ita/ita)