Round-Up

Makin Mencekam di Myanmar Usai Bom Telan Nyawa Anggota Dewan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 20:04 WIB
AS dan Inggris perberat sanksi dengan menghukum 2 perusahaan besar Myanmar, sanggupkah bikin junta militer jera?
Demonstrasi di Myanmar (Foto: BBC World)

Tindak kekerasan semakin meluas sejak kudeta dilancarkan militer, dengan ratusan orang tewas di tangan pasukan keamanan Myanmar yang berupaya meredam unjuk rasa antikudeta di berbagai wilayah. Kelompok etnis bersenjata yang mendukung demonstran antikudeta, meningkatkan serangan terhadap militer Myanmar.

Para penyerang tak dikenal juga melancarkan serangan terhadap dua pangkalan udara militer Myanmar. Ledakan dilaporkan terjadi di salah satu pangkalan udara dan serangan roket terpantau di pangkalan militer lainnya.

Pada Senin (3/5) waktu setempat, kelompok pemberontak Tentara Kemerdekaan Kachin mengklaim telah menembak jatuh sebuah helikopter militer.

Kelompok advokasi Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik dalam laporan terbaru menyebut militer Myanmar telah menewaskan sedikitnya 766 demonstran sejak kudeta terjadi. Junta militer Myanmar memiliki data tersendiri dengan menyebut sedikitnya 24 tentara tewas dalam unjuk rasa yang diwarnai bentrok.

Halaman

(isa/isa)