Biden Izinkan 62.500 Pengungsi Masuk AS, Era Trump Cuma 15.000

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Mei 2021 10:37 WIB
President Joe Biden speaks at the Pentagon, February 10, 2021, in Washington, DC. - Harris and Biden are visiting the Pentagon for the first time since taking office. (Photo by Alex Brandon / POOL / AFP)
Presiden AS Joe Biden (Foto: AFP/ALEX BRANDON)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menaikkan jumlah maksimum pengungsi yang diizinkan masuk ke wilayah AS sepanjang tahun ini. Biden mengizinkan 62.500 pengungsi masuk ke AS pada tahun ini, naik dari batasan 15 ribu pengungsi pada era pendahulunya, mantan Presiden Donald Trump.

Seperti dilansir AFP, Selasa (4/5/2021), perubahan ini diumumkan Biden pada Senin (3/5) waktu setempat, setelah Biden menerima kritikan tajam dari sekutu politiknya karena mempertahankan batasan pengungsi era Trump.

"Ini menghapus angka yang rendah secara historis yang ditetapkan oleh pemerintahan sebelumnya, yakni 15.000, yang tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika sebagai sebuah negara yang menyambut dan mendukung pengungsi," sebut Biden dalam pernyataannya.

"Batasan penerimaan yang baru ini juga akan memperkuat upaya-upaya yang tengah dilakukan untuk memperluas kapasitas Amerika Serikat dalam menerima pengungsi, agar kita bisa mencapai tujuan 125.000 penerimaan pengungsi yang berniat saya tetapkan untuk tahun fiskal mendatang," imbuhnya.

Program ini hanya berlaku untuk pengungsi yang dipilih oleh badan-badan keamanan dan intelijen AS dari kamp-kamp Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di seluruh dunia.

Keputusan menaikkan batasan penerimaan pengungsi ini disambut baik oleh Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, yang dikuasai Partai Demokrat yang menaungi Biden.

"Saya menyambut baik pengumuman pemerintahan Biden yang akan menaikkan jumlah pengungsi yang diizinkan bermukim di Amerika Serikat. Ini menjadi langkah penting dalam melanjutkan tradisi bipartisan kita yang membanggakan dalam memberikan perlindungan bagi pengungsi melalui permukiman kembali," sebut Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Senat AS, Senator Bob Menendez.

Simak juga video 'AS Mulai Batasi Perjalanan dari India':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2